JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

Compassion for the World by Shedding Foolish Traits. Berwelas-Asih kepada Dunia dengan Menanggalkan Sifat-Sifat Dungu

HERY SHIETRA, Compassion for the World by Shedding Foolish Traits. Berwelas-Asih kepada Dunia dengan Menanggalkan Sifat-Sifat Dungu 
Take a stand,

One that makes us proud,

To ourselves,

One that is capable of being a hero for and in our own eyes,

One that dares to go against the current for ourselves,

One that is willing to sacrifice for ourselves,

One that dares to take risks for ourselves,

Even if it means being disliked by many.

At least,

We are there when we need ourselves.

Many people,

Who dislike themselves,

Because they often act selfishly toward themselves,

By postpone their homework which will only cause trouble for themselves in the future,

By ignoring the consequences of their own bad actions,

By being lazy,

By being wasteful with their finances or even accumulating debt,

And by not caring about their own future.

There are also quite a few people who are angry with themselves,

Because their actions actually harm them,

By drinking alcoholic beverages that weaken their consciousness,

By consuming illegal drugs that ruin their lives,

By consuming burnt tobacco, which damages their health.

In fact,

We can easily find people who cannot understand themselves,

Foolishly bothering themselves, planting the seeds of bad karma.

Foolishly busy doing evil,

Naively enjoying their evil deeds,

As stupid as people who like to harm themselves,

Bringing themselves down into the abyss,

The abyss is called HELL.

Don’t be a fool,

Fools cannot choose,

Because their eyes are blind,

Even the bad is called good,

Denouncing the good,

And praise the bad.

“There is nothing more dangerous,

Than fools,” said the Buddha.

Intelligent people,

Make intelligent choices.

By making intelligent choices,

One is called intelligent.

Bad behavior,

It’s rotten.

Do you feel comfortable,

Having a body and mind that smells rotten?

That’s why,

Many people are unhappy and dissatisfied with their own lives,

Then rob other people’s happiness.

It’s easy to find typical people who make their stomachs,

Like a trash can,

Eat anything.

The turn, it’s easy to guess,

His body turned into a nest of disease,

A disease he sought and accumulated throughout his life.

It’s natural for someone to betray their country and people,

Such as by engaging in corruption,

Because they are even betraying themselves.

By letting go of foolish traits,

We are truly showing compassion to this world.

By not causing misery to other living beings.

Continuing this life is already hard enough for them.

We don’t need to add any suffering for others.

Still,

The fool thinks that he is the only one who feels the pain of life,

Then use it as an excuse to take away other people’s happiness.

Really,

There’s nothing more dangerous,

Than a fool.

Water flow,

Naturally moving DOWN,

Not UP.

That is why,

It is not surprising when the Buddha taught,

So that we have the courage to GO AGAINST THE CURRENT.

Yes, it is a risk,

Struggle against the current.

At least,

We won’t die as fools.

Not being one of the fools.

That is already an achievement and a accomplishment in itself,

One we won’t regret later.

If we can’t be intelligent and wise,

At least let’s not be fools who bring misfortune and misery to others.

If we can’t be good,

At least let’s not choose to be evil.

If we can’t become a saint like the Buddha,

At least let’s not plunge ourselves into becoming a dangerous DEVIL.

© HERY SHIETRA Copyright.

Buatlah sikap,

Yang dapat membuat kita merasa bangga,

Kepada diri kita sendiri,

Diri kita yang mampu menjadi pahlawan bagi dan di mata kita sendiri,

Yang berani untuk melawan arus demi diri kita,

Yang rela berkorban bagi diri kita,

Yang berani mengambil resiko bagi diri kita,

Sekalipun itu artinya tidak disukai oleh banyak orang.

Setidaknya,

Diri kita hadir saat kita butuhkan.

Banyak orang,

Yang merasa membenci diri mereka sendiri,

Karena kerap bersikap egois terhadap diri mereka sendiri,

Dengan menunda-nunda pekerjaan yang akan merepotkan diri mereka sendiri di masa mendatang,

Dengan tidak memedulikan konsekuensi dibalik perbuatan buruk mereka sendiri,

Dengan bersikap pemalas,

Dengan bersikap boros dalam keuangan atau bahkan menumpuk hutang,

Maupun dengan tidak memedulikan kondisi mereka sendiri di masa depan.

Tidak sedikit juga,

Orang-orang yang marah kepada diri mereka sendiri,

Karena perbuatan mereka justru menyakiti diri mereka sendiri,

Dengan meminum minuman beralkohol yang melemahkan kesadaran,

Dengan mengonsumsi obat-obatan terlarang yang merusak hidup mereka,

Dengan mengonsumsi bakaran tembakau yang merusak kesehatan mereka.

Bahkan,

Kita dapat dengan mudah menemukan orang-orang yang tidak dapat memahami diri mereka sendiri,

Dengan bodohnya merepotkan diri menanam benih-benih Karma Buruk,

Dengan dungu sibuk berbuat kejahatan,

Dengan naifnya merasa senang menikmati perbuatan-perbuatan jahat mereka,

Sama dungunya dengan orang-orang yang gemar mencelakai diri mereka sendiri,

Membawa diri mereka sendiri terperosok ke dalam jurang,

Jurang bernama NERAKA.

Janganlah menjadi orang dungu,

Orang dungu tidak mampu memilih,

Karena mata-hati mereka buta,

Yang buruk pun disebut sebagai baik,

Mencela yang baik,

Dan memuji yang buruk.

Tiada yang lebih berbahaya,

Daripada orang-orang dungu”,

Kata Sang Buddha.

Orang cerdas,

Membuat pilihan cerdas.

Dengan membuat pilihan-pilihan cerdas,

Seseorang disebut sebagai orang cerdas.

Perilaku yang buruk,

Adalah busuk adanya.

Apakah Anda merasa nyaman,

Memiliki tubuh dan pikiran yang berbau busuk?

Itulah sebabnya,

Banyak orang yang tidak berbahagia dan tidak senang atas hidupnya sendiri,

Lalu merampas kebahagiaan orang lain.

Mudah kita temui tipikal orang yang menjadikan perut mereka,

Bagaikan tong sampah,

Memakan apapun.

Gilirannya, mudah ditebak,

Tubuhnya menjelma menjadi sarang penyakit,

Penyakit yang ia cari dan kumpulkan sendiri sepanjang hidupnya.

Adalah wajar bila seseorang berkhianat kepada negara dan bangsa,

Seperti melakukan aksi korupsi,

Karena ia bahkan mengkhianati dirinya sendiri.

Dengan melepaskan sifat-sifat dungu,

Sejatinya kita sedang berwelas-asih kepada dunia ini,

Dengan tidak menghadirkan kesengsaraan bagi makhluk hidup lainnya.

Melanjutkan kehidupan ini,

Sudah cukup berat bagi mereka,

Tidaklah perlu kita menambah derita beban hidup orang lainnya.

Tetap saja,

Si dungu memandang bahwa hanya dirinya seorang yang merasakan derita kehidupan,

Lalu menjadikan itu sebagai alasan untuk merampas kebahagiaan orang lain.

Sungguh,

Tiada yang lebih berbahaya,

Daripada orang dungu.

Aliran air,

Secara alamiah bergerak ke arah BAWAH,

Bukan ke arah ATAS.

Itulah sebabnya,

Tidak mengherankan ketika Sang Buddha mengajarkan,

Agar kita berani untuk MELAWAN ARUS.

Betul, bahwa ada resiko,

Berjuang MELAWAN ARUS.

Setidaknya,

Kita bukan mati sebagai orang dungu.

Tidak menjadi bagian dari orang-orang dungu,

Itu sudah merupakan prestasi dan pencapaian tersendiri,

Yang tidak akan kita sesali dikemudian hari.

Bila kita tidak mampu menjadi orang cerdas dan bijaksana,

Setidaknya janganlah menjadi orang dungu yang membawa musibah dan kesengsaraan bagi orang lain.

Bila kita tidak mampu menjadi orang baik,

Setidaknya janganlah memilih untuk menjadi orang jahat.

Bila kita belum mampu menjadi suciwan seperti Sang Buddha,

Setidaknya janganlah menjerumuskan diri sendiri menjadi seorang IBLIS yang berbahaya.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.