One that makes us proud,
To ourselves,
One that is capable of being a
hero for and in our own eyes,
One that dares to go against
the current for ourselves,
One that is willing to
sacrifice for ourselves,
One that dares to take risks
for ourselves,
Even if it means being disliked
by many.
At least,
We are there when we need ourselves.
Many people,
Who dislike themselves,
Because they often act
selfishly toward themselves,
By postpone their homework
which will only cause trouble for themselves in the future,
By ignoring the consequences of
their own bad actions,
By being lazy,
By being wasteful with their
finances or even accumulating debt,
And by not caring about their
own future.
There are also quite a few
people who are angry with themselves,
Because their actions actually
harm them,
By drinking alcoholic beverages
that weaken their consciousness,
By consuming illegal drugs that
ruin their lives,
By consuming burnt tobacco,
which damages their health.
In fact,
We can easily find people who
cannot understand themselves,
Foolishly bothering themselves,
planting the seeds of bad karma.
Foolishly busy doing evil,
Naively enjoying their evil
deeds,
As stupid as people who like to
harm themselves,
Bringing themselves down into
the abyss,
The abyss is called HELL.
Don’t be a fool,
Fools cannot choose,
Because their eyes are blind,
Even the bad is called good,
Denouncing the good,
And praise the bad.
“There is nothing more
dangerous,
Than fools,” said the Buddha.
Intelligent people,
Make intelligent choices.
By making intelligent choices,
One is called intelligent.
Bad behavior,
It’s rotten.
Do you feel comfortable,
Having a body and mind that
smells rotten?
That’s why,
Many people are unhappy and
dissatisfied with their own lives,
Then rob other people’s
happiness.
It’s easy to find typical
people who make their stomachs,
Like a trash can,
Eat anything.
The turn, it’s easy to guess,
His body turned into a nest of
disease,
A disease he sought and
accumulated throughout his life.
It’s natural for someone to
betray their country and people,
Such as by engaging in
corruption,
Because they are even betraying
themselves.
By letting go of foolish
traits,
We are truly showing compassion
to this world.
By not causing misery to other
living beings.
Continuing this life is already
hard enough for them.
We don’t need to add any
suffering for others.
Still,
The fool thinks that he is the
only one who feels the pain of life,
Then use it as an excuse to
take away other people’s happiness.
Really,
There’s nothing more dangerous,
Than a fool.
Water flow,
Naturally moving DOWN,
Not UP.
That is why,
It is not surprising when the
Buddha taught,
So that we have the courage to
GO AGAINST THE CURRENT.
Yes, it is a risk,
Struggle against the current.
At least,
We won’t die as fools.
Not being one of the fools.
That is already an achievement
and a accomplishment in itself,
One we won’t regret later.
If we can’t be intelligent and
wise,
At least let’s not be fools who
bring misfortune and misery to others.
If we can’t be good,
At least let’s not choose to be
evil.
If we can’t become a saint like
the Buddha,
At least let’s not plunge
ourselves into becoming a dangerous DEVIL.
© HERY SHIETRA Copyright.
Buatlah sikap,
Yang dapat membuat kita merasa
bangga,
Kepada diri kita sendiri,
Diri kita yang mampu menjadi pahlawan
bagi dan di mata kita sendiri,
Yang berani untuk melawan arus
demi diri kita,
Yang rela berkorban bagi diri
kita,
Yang berani mengambil resiko
bagi diri kita,
Sekalipun itu artinya tidak disukai
oleh banyak orang.
Setidaknya,
Diri kita hadir saat kita butuhkan.
Banyak orang,
Yang merasa membenci diri
mereka sendiri,
Karena kerap bersikap egois terhadap
diri mereka sendiri,
Dengan menunda-nunda pekerjaan
yang akan merepotkan diri mereka sendiri di masa mendatang,
Dengan tidak memedulikan
konsekuensi dibalik perbuatan buruk mereka sendiri,
Dengan bersikap pemalas,
Dengan bersikap boros dalam
keuangan atau bahkan menumpuk hutang,
Maupun dengan tidak memedulikan
kondisi mereka sendiri di masa depan.
Tidak sedikit juga,
Orang-orang yang marah kepada
diri mereka sendiri,
Karena perbuatan mereka justru
menyakiti diri mereka sendiri,
Dengan meminum minuman beralkohol
yang melemahkan kesadaran,
Dengan mengonsumsi obat-obatan terlarang
yang merusak hidup mereka,
Dengan mengonsumsi bakaran
tembakau yang merusak kesehatan mereka.
Bahkan,
Kita dapat dengan mudah
menemukan orang-orang yang tidak dapat memahami diri mereka sendiri,
Dengan bodohnya merepotkan diri
menanam benih-benih Karma Buruk,
Dengan dungu sibuk berbuat
kejahatan,
Dengan naifnya merasa senang
menikmati perbuatan-perbuatan jahat mereka,
Sama dungunya dengan orang-orang
yang gemar mencelakai diri mereka sendiri,
Membawa diri mereka sendiri
terperosok ke dalam jurang,
Jurang bernama NERAKA.
Janganlah menjadi orang dungu,
Orang dungu tidak mampu
memilih,
Karena mata-hati mereka buta,
Yang buruk pun disebut sebagai
baik,
Mencela yang baik,
Dan memuji yang buruk.
“Tiada yang lebih berbahaya,
Daripada orang-orang dungu”,
Kata Sang Buddha.
Orang cerdas,
Membuat pilihan cerdas.
Dengan membuat pilihan-pilihan
cerdas,
Seseorang disebut sebagai orang
cerdas.
Perilaku yang buruk,
Adalah busuk adanya.
Apakah Anda merasa nyaman,
Memiliki tubuh dan pikiran yang
berbau busuk?
Itulah sebabnya,
Banyak orang yang tidak
berbahagia dan tidak senang atas hidupnya sendiri,
Lalu merampas kebahagiaan orang
lain.
Mudah kita temui tipikal orang
yang menjadikan perut mereka,
Bagaikan tong sampah,
Memakan apapun.
Gilirannya, mudah ditebak,
Tubuhnya menjelma menjadi sarang
penyakit,
Penyakit yang ia cari dan kumpulkan
sendiri sepanjang hidupnya.
Adalah wajar bila seseorang berkhianat
kepada negara dan bangsa,
Seperti melakukan aksi korupsi,
Karena ia bahkan mengkhianati
dirinya sendiri.
Dengan melepaskan sifat-sifat dungu,
Sejatinya kita sedang
berwelas-asih kepada dunia ini,
Dengan tidak menghadirkan
kesengsaraan bagi makhluk hidup lainnya.
Melanjutkan kehidupan ini,
Sudah cukup berat bagi mereka,
Tidaklah perlu kita menambah
derita beban hidup orang lainnya.
Tetap saja,
Si dungu memandang bahwa hanya
dirinya seorang yang merasakan derita kehidupan,
Lalu menjadikan itu sebagai alasan
untuk merampas kebahagiaan orang lain.
Sungguh,
Tiada yang lebih berbahaya,
Daripada orang dungu.
Aliran air,
Secara alamiah bergerak ke arah
BAWAH,
Bukan ke arah ATAS.
Itulah sebabnya,
Tidak mengherankan ketika Sang
Buddha mengajarkan,
Agar kita berani untuk MELAWAN
ARUS.
Betul, bahwa ada resiko,
Berjuang MELAWAN ARUS.
Setidaknya,
Kita bukan mati sebagai orang
dungu.
Tidak menjadi bagian dari orang-orang
dungu,
Itu sudah merupakan prestasi dan
pencapaian tersendiri,
Yang tidak akan kita sesali
dikemudian hari.
Bila kita tidak mampu menjadi
orang cerdas dan bijaksana,
Setidaknya janganlah menjadi
orang dungu yang membawa musibah dan kesengsaraan bagi orang lain.
Bila kita tidak mampu menjadi
orang baik,
Setidaknya janganlah memilih
untuk menjadi orang jahat.
Bila kita belum mampu menjadi
suciwan seperti Sang Buddha,
Setidaknya janganlah
menjerumuskan diri sendiri menjadi seorang IBLIS yang berbahaya.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
