(DROP DOWN MENU)

Making Ourselves Present When We Need, Both in Good Times and Bad Times. Menjadikan Diri Kita Hadir saat Kita Butuhkan, Baik Saat Suka maupun Duka

HERY SHIETRA, Making Ourselves Present When We Need, Both in Good Times and Bad Times. Menjadikan Diri Kita Hadir saat Kita Butuhkan, Baik Saat Suka maupun Duka

We don’t have to hate ourselves,

Just because others don’t like us,

Or even because they hurt us.

When we dare to take risks,

To fight for our rights.

When we dare to go against the current,

To save ourselves,

To help ourselves.

When we dare to be disliked by others,

To defend our own interests.

When we are willing to be hurt or injured,

To protect our dignity.

When we are willing to be misunderstood by many,

To defend and protect ourselves,

Then we are truly there for ourselves,

When we need ourselves most.

Therefore,

We should be proud and grateful,

To ourselves,

Who are our own heroes,

Who are our own knights.

If not us,

Who dare to stand up and be our own defenders and warriors,

Willing to risk being disliked by others,

Or even willing to be hurt and injured by others,

Then who,

Will take that responsibility?

Instead, we need to cultivate love,

And pour out compassion,

Toward ourselves,

Who has dared to bear all the risks,

In order to be our own heroes,

We need to start appreciating ourselves,

Praising ourselves,

Supporting ourselves,

Appreciating ourselves,

Understanding ourselves,

Not blaming ourselves.

Not judging ourselves,

Treating the wounds we’ve suffered,

Caring for ourselves with self-respect,

And still respecting ourselves,

Even if everyone hates us,

Even if everyone dislikes us,

Even if everyone misunderstands us,

Even if many people blame us,

Even if everyone makes discrediting judgments about us,

Even if people hurt our feelings or our bodies,

At least we have ourselves,

A self that is ready to bravely show up and be present,

To fight for and defend ourselves,

When we need.

We should be grateful,

To have ourselves,

To be ready and brave,

To be our own heroes.

Therefore,

In our minds,

Visualize you hug and embracing yourself,

Yourself, whom you deeply respect,

And honor,

As a hero,

Deserving of honor,

And appreciation,

By and for yourself.

As long as we don’t betray ourselves,

And don’t neglect or abandon ourselves,

We have nothing to regret in this life.

It’s not just how others treat us,

Who are often there when we’re enjoying ourselves,

And then turn away when we need their help.

We need to learn,

To always be present,

In both good and bad times.

© HERY SHIETRA Copyright.

 

Kita tidak perlu turut membenci diri kita,

Semata karena orang lain tidak menyukai diri kita,

Atau bahkan menyakiti diri kita.

Ketika kita berani mengambil resiko,

Demi memperjuangkan hak-hak kita.

Ketika kita berani melawan arus,

Demi menyelamatkan diri kita,

Demi menolong diri kita.

Ketika kita berani tidak disukai oleh orang lain,

Demi mempertahankan kepentingan diri kita.

Ketika kita rela dilukai ataupun disakiti,

Demi melindungi martabat diri kita.

Ketika kita siap disalah-pahami oleh banyak orang,

Demi membela dan menjaga diri kita,

Maka sejatinya kita hadir bagi diri kita,

Pada saat sedang kita butuhkan.

Karenanya,

Kita perlu merasa bangga dan bersyukur,

Kepada diri kita sendiri,

Yang menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri,

Yang menjadi ksatria bagi diri kita sendiri.

Jika bukan kita,

Yang berani tampil untuk menjadi pembela dan pejuang bagi diri kita,

Rela mengambil resiko tidak disukai oleh orang lain,

Atau bahkan rela disakiti dan dilukai oleh orang lain,

Maka siapakah,

Yang akan mengambil tanggung-jawab tersebut?

Kita justru perlu mengembangkan cinta-kasih,

Serta mencurahkan welas-asih,

Kepada diri kita sendiri,

Yang telah berani memikul segala resiko,

Demi hadir sebagai pahlawan bagi diri kita sendiri.

Kita perlu mulai menghargai diri kita sendiri,

Memberinya pujian,

Memberinya dukungan,

Memberinya apresiasi,

Memahaminya,

Tidak menyalahkan diri kita,

Tidak turut menghakimi diri kita,

Merawat luka yang diderita,

Merawat diri dengan rasa hormat pada diri kita sendiri,

Dan tetap menghargai diri kita sendiri,

Sekalipun semua orang membenci diri kita,

Sekalipun semua orang tidak menyukai diri kita,

Sekalipun semua orang salah-paham terhadap diri kita,

Sekalipun banyak orang menyalahkan diri kita,

Sekalipun semua orang membuat penilaian yang mendiskreditkan diri kita,

Sekalipun orang-orang melukai perasaan ataupun tubuh kita,

Setidaknya kita memiliki diri kita sendiri,

Diri yang siap berani tampil serta hadir,

Untuk memperjuangkan dan membela diri kita,

Saat kita butuhkan.

Kita patut merasa bersyukur,

Memiliki diri kita sendiri,

Yang siap dan berani,

Untuk menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri.

Karenanya,

Dalam pikiran,

Visualisasikanlah bahwa kita sedang memeluk diri kita sendiri,

Diri kita yang sangat kita hormati,

Serta hargai,

Sebagai seorang pahlawan,

Yang patut diberi tanda kehormatan,

Serta penghargaan,

Oleh dan bagi diri kita sendiri.

Sepanjang kita tidak berkhianat kepada diri kita sendiri,

Juga tidak mengabaikan ataupun menelantarkan diri kita sendiri,

Maka tidak ada yang perlu kita sesali dalam hidup ini.

Bukan hanya perlakuan orang lain terhadap diri kita,

Yang seringkali hadir saat menikmati kesenangan,

Dan menjauh ketika kita membutuhkan bantuan mereka.

Kita perlu belajar,

Untuk senantiasa hadir,

Baik dalam kondisi suka maupun duka.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.