Present for Ourselves

We may hate the circumstances of our lives,
But we must not hate ourselves.
Others may escape from their responsibilities,
But we must always be present for ourselves when we really need, and accompany us at the most critical moment in our lives.
We may feel a grudge against a parent who has treated us as a child, unworthily,
Or feel angry when treated unfairly by the people around us.
But we must still be able to give love and care for our own development.
It is possible that many bad people who want to see us have no future.
But we must still be able to be relied upon by ourselves to build the future of ourselves.
Other people may behave badly and improperly against us,
But we must continue to be patient and understanding to ourselves.
Other people may leave us irresponsibly,
But we must continue to appear to take on the role of the best teacher and friend to ourselves.
If our own parents fail to take care of us,
Then we must want to take over the role, and start being a good parent for ourselves.
No longer dependent on such irresponsible parents.
Other people can make us disappointed repeatedly,
But we must be able to keep our own promises to ourselves.
We may not have a friend in this life,
But is not it better to walk alone than to have a thousand friends who always justify our misbehavior or who are only able to take advantage of us.
Would not it be more exciting to make friends with ourselves.
We may find an unfaithful spouse,
But at least we always keep each determination and commitment that once we say to ourselves,
Faithful to the principles of ourselves.
We may live in a state not conducive to a humanist life,
But would not it be better for us to learn the living philosophy of growing lotus,
Which is able to grow and bloom from within a muddy pond.
Maybe now we live in poverty,
But is not that still more noble than to find food by stealing food whose belong to others,
And far more honorable than those who are materially rich, yet still constantly blackmail and steal from the poor.
The gods,
In seeing a human being,
Not from the clothes they wear or the possessions of a human being.
But of the inner quality and the sanctity of the heart.
With simple clothes,
We may be underestimated by those around us.
However, again,
It would not be more honorable for us to be liked by gods and goddesses,
Instead of stupid humans who can only judge a person from an outward appearance,
Fooled by material attributes that are just a mere cosmetics.
Someone who is really clean hearted,
Never needed any cosmetics.
He always looks as it is,
Without feeling inferior.

© HERY SHIETRA Copyright.

Kita boleh saja membenci keadaan hidup kita,
Tapi kita tidak boleh membenci diri kita sendiri.
Orang lain bisa saja melarikan diri dari tanggung jawabnya,
Namun kita harus selalu hadir untuk diri kita sendiri saat benar-benar kita butuhkan, dan menemani kita disaat paling kritis dalam hidup kita.
Kita dapat saja merasa dendam terhadap orangtua yang telah memperlakukan kita sebagai seorang anak, secara tidak layak,
Atau merasa marah ketika diperlakukan secara tidak adil oleh orang-orang di sekitar kita.
Namun kita harus tetap mampu memberikan cinta dan menaruh perhatian bagi perkembangan diri kita sendiri.
Mungkin saja banyak orang jahat yang ingin melihat kita tidak memiliki masa depan.
Namun kita harus tetap mampu diandalkan oleh diri kita sendiri untuk membangun masa depan diri kita sendiri.
Orang lain bisa saja berlaku secara buruk dan tidak patut terhadap diri kita,
Namun kita harus terus bersikap penuh kesabaran dan penuh pengertian terhadap diri kita sendiri.
Orangl lain bisa saja meninggalkan kita tanpa bertanggung jawab,
Namun kita harus terus tampil untuk mengambil peran sebagai guru dan kawan yang terbaik bagi diri kita sendiri.
Bila orangtua kita sendiri gagal untuk mengasuh kita,
Maka kita harus mau untuk mengambil alih peran itu, dan mulai menjadi orangtua yang baik bagi diri kita sendiri.
Tidak lagi bergantung pada sosok orangtua yang tidak bertanggung jawab demikian.
Orang lain bisa saja membuat kita kecewa secara berulang kali,
Namun kita harus mampu menepati janji kita sendiri kepada diri kita sendiri.
Kita mungkin saja tidak memiliki seorang pun sahabat dalam hidup ini,
Tapi bukankah lebih baik berjalan seorang diri daripada memiliki seribu orang teman yang selalu membenarkan perilaku keliru kita atau yang hanya mampu mengambil keuntungan dari kita.
Bukankah akan lebih menggembirakan untuk menjalin pertemanan dengan diri kita sendiri.
Kita mungkin saja mendapati pasangan hidup yang tidak setia,
Namun setidaknya kita selalu menepati setiap tekad dan komitmen yang pernah kita ucapkan bagi diri kita sendiri,
Setia terhadap prinsip diri kita sendiri.
Kita mungkin saja hidup di dalam negara yang tidak kondusif bagi kehidupan yang humanis,
Namun bukankah akan lebih baik bagi kita untuk belajar filosofi hidup dari tumbuh teratai,
Yang mampu tumbuh dan mekar dari dalam kolam berlumpur.
Mungkin saja saat kini kita hidup miskin,
Namun bukankah itu masih lebih mulia daripada mencari makan dengan cara mencuri makanan orang lain,
Dan jauh lebih terhormat daripada mereka yang kaya secara materi, namun masih terus-menerus memeras dan mencuri dari orang-orang miskin.
Makhluk dewata,
Dalam melihat seorang manusia,
Bukan dari pakaian yang mereka kenakan atau harta kekayaan yang dimiliki seorang manusia.
Namun dari kualitas batin dan kesucian hati.
Dengan pakaian yang sederhana,
Kita mungkin saja diremehkan oleh orang-orang di sekitar kita.
Namun, sekali lagi,
Bukankan akan lebih terhormat bagi kita bila disukai oleh para dewa dan dewi,
Daripada manusia-manusia bodoh yang hanya mampu menilai seseorang dari tampilan luar semata,
Terkecoh oleh atribut materi yang hanya polesan kosmetik belaka.
Seseorang yang betul-betul berhati bersih,
Tidak pernah membutuhkan kosmetik apapun.
Ia selalu tampil apa adanya,
Tanpa merasa rendah diri.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

SPONSORED : Punya Masalah Hukum? Konsultasikan kepada Konsultan SHIETRA, Netral dan Objektif

Konsultan Hukum HERY SHIETRA & PARTNERS