The Fruit of Good Karma Can Backfire Us

Good karma that bears fruit, is like a highway,
Which can take you driving at high speed,
It supports you to succeed in every way you want and you try.
But, good karma can backfire when we are not wise in using it.
Good karma is also very tempting,
Tempting you to abuse it for things that are not good.
How come,
With capitalize fruit of good karma,
You are able to commit a great evil without being prevented by anyone,
Also you will be immune to the threat of criminal law because it is protected by good karma.
Many of us,
While rejoicing for the good karmic fruits,
Being lulled,
Being no longer able to control themselves,
And start doing a lot of bad deeds,
And always succeed with that bad goal.
Until the end,
He drove by surpassing the speed of sound,
Towards hell.
On contrary,
How terrible,
When bad karma is being fruitful.
All efforts and hard work,
Although done diligently and honestly,
Will always fail,
Unlucky,
Fall,
Insulted,
Oppressed,
Persecuted,
And become a loser in life today.
Excluded.
Frustrated.
People began to think,
For what to be a good and honest person,
If the result is only failure and destruction.
Indeed,
That is the main weakness of the law of karma,
It is always fruitful not in time.
Very ineffective.
The law of karma does not work instantly,
It takes a very long time,
Even the new will be fruitful in the next life,
Where we already do not know the figure of ourselves in previous life.
Even,
To eat rice,
We need a process to cook rice.
In fact,
To be able to cook rice,
It took us four months to plant rice seeds.
Like the durian tree,
It took years to wait for it to bear fruit.
Even to be able to harvest high-quality timber trees,
We need hundreds of years until the tree trunks are ready for wood to build the house.
Bad karma,
Very discouraging,
Making desperation,
Brings us to the pain that would make us cry and scream.
When doing evil,
We feel the sweetness of the evil,
Although only temporary.
However,
When the time comes for the bad karma to mature and bear fruit,
What a bitter and pain that pierced it.
Life is the issue of choice and its consequences.

© HERY SHIETRA Copyright.

Karma baik yang berbuah, mirip seperti sebuah jalan bebas hambatan,
Yang dapat membawamu melaju dengan kecepatan tinggi,
Mendukungmu untuk berhasil dalam setiap apa yang kau inginkan dan kau usahakan.
Tapi, buah karma baik dapat menjadi bumerang ketika kita tidak arif dalam menggunakannya.
Buah karma baik juga sangat menggiurkan,
Mengoda dirimu untuk menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak baik.
Bagaimana tidak,
Dengan bermodalkan buah karma baik,
Engkau mampu untuk melakukan kejahatan besar tanpa dapat dicegah oleh siapapun,
Juga kau akan kebal terhadap ancaman hukum pidana karena terlindungi oleh buah karma baik.
Banyak diantara kita,
Ketika sedang bergembira karena berbagai buah karma baik sedang berbuah,
Menjadi terlena,
Menjadi tidak lagi mampu mengontrol diri,
Dan mulai melakukan banyak perbuatan buruk,
Dan selalu berhasil dengan tujuan buruknya itu.
Sampai pada akhirnya,
Dirinya melaju dengan melampaui kecepatan suara,
Menuju neraka.
Sebaliknya,
Betapa sungguh mengerikan,
Ketika karma buruk sedang berbuah.
Segala usaha dan kerja keras,
Meski dilakukan secara tekun dan secara jujur,
Akan selalu mengalami kegagalan,
Ketidakmujuran,
Kejatuhan,
Terhina,
Tertindas,
Teraniaya,
Dan menjadi pecundang dalam hidup saat ini.
Tersisihkan.
Frustasi.
Orang-orang mulai berpikir,
Untuk apa menjadi orang baik dan jujur,
Bila hasilnya hanyalah kegagalan dan kehancuran.
Memang,
Itulah kelemahan paling utama dari hukum karma,
Ia selalu berbuah tidak tepat pada waktunya.
Sangat tidak efektif.
Hukum karma tidak bekerja secara instan,
Ia membutuhkan waktu yang sangat lama,
Bahkan baru akan berbuah di kehidupan berikutnya,
Dimana kita sudah tidak mengenal sosok diri kita sendiri di kehidupan sebelumnya.
Bahkan,
Untuk memakan nasi,
Kita membutuhkan proses untuk memasak beras.
Bahkan juga,
Untuk mampu memasak beras,
Kita butuh waktu empat bulan untuk menanam bibit padi.
Seperti juga pohon durian,
Butuh waktu bertahun-tahun untuk menunggunya berbuah.
Bahkan untuk dapat memanen pohon kayu yang berkualitas tinggi,
Kita membutuhkan ratusan tahun hingga batang pohon itu siap untuk dijadikan kayu untuk membangun rumah.
Buah karma buruk,
Sangat mengecilkan hati,
Membuat putus asa,
Membawa kita pada derita yang akan akan membuat kita menangis dan memekik.
Ketika berbuat jahat,
Kita merasakan manisnya perbuatan jahat itu,
Meski hanya temporer.
Namun,
Ketika tiba pada waktunya buah karma buruk untuk matang dan berbuah,
Sungguh pahit dan sakit yang menusuk rasanya.
Hidup adalah persoalan pilihan dan konsekuensinya.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

SPONSORED : Punya Masalah Hukum? Konsultasikan kepada Konsultan SHIETRA, Netral dan Objektif

Konsultan Hukum HERY SHIETRA & PARTNERS