Since we are born, we are
always searching for the meaning of life.
Why are we born only to be
exercised, be tested, and being judged?
We are not creatures trial
experiment.
What is the purpose we were
born?
Why were we born?
Is there someone ask for it?
Do you think it worthed?
Why we are in this world?
If life is only to serve the
mission to heaven, to hell hole under our feet, then whatever the difference
with those who were never born?
Is not it still better for us
to have never been born?
Human adventure in a variety
of natural life.
Oscillate in ocean of misery.
The cycle that continues to
spin a never-ending.
Without beginning and without
end.
Without certainty.
In the adventure of life, we
find a variety of things.
Nothing is eternal.
Nothing is moving at will.
Everything change.
When you are offered Heaven
on condition of being born into the world, passing through the pains of life,
is it worth it?
No one asks to be born in the
womb.
Born blind, living a life by
fumbling in the dark.
All humans are born blind
ignorance.
As far as any we walked
around the world, suffered life still accompany, like a shadow behind us.
In our adventure, happiness
and suffering into pairs.
Searching for meaning.
In our search, we found that
there were tears in any parts of the globe.
There is no place to escape
from this law.
Adventure of life, is a
struggle to be free from rebirth.
There is no longer a
teardrop.
There is no longer a game
like the pain of life.
Born is fighting the eternal
law, to be free.
©
HERY SHIETRA Copyright.
Sejak kita terlahir, kita selalu mencari makna kehidupan.
Mengapa kita terlahir hanya untuk dicoba-coba?
Kita bukanlah makhluk eksperimen percobaan.
Apa tujuan kita terlahir?
Mengapa kita terlahir?
Adakah seseorang yang memintanya?
Mengapa kita berada di dunia ini?
Bila hidup hanya untuk mengemban misi menuju surga, dengan lubang neraka
dibawah kaki kita, maka apalah bedanya dengan mereka yang tidak pernah terlahir?
Bukankah tetap lebih baik bagi kita untuk tidak pernah terlahir?
Manusia berpetualang dalam berbagai alam kehidupan.
Terombang-ambing dalam samudera penuh derita.
Siklus yang terus berputar tidak berkesudahan.
Tanpa awal dan tanpa akhir.
Tanpa kepastian.
Dalam pertualangan hidup, kita menjumpai berbagai hal.
Tiada yang kekal.
Tiada yang bergerak sesuai kehendak kita.
Segalanya berubah.
Bila engkau ditawarkan surga dengan syarat terlahir ke dunia, melewati
segala derita hidup, apakah itu sebanding?
Tiada yang meminta untuk terlahir dalam rahim.
Terlahir dalam keadaan buta, menjalani kehidupan dengan meraba-raba dalam
kegelapan.
Semua manusia terlahir buta, kegelapan batin.
Sejauh apapun kita berjalan mengelilingi dunia, derita hidup tetap
mengiringi bagai bayangan, yang selalu mengikuti di belakang kita.
Dalam pertualangan kita, bahagia dan derita menjadi berpasangan.
Searching for meaning.
Dalam pencarian kita, kita menemukan bahwa air mata terdapat di belahan penjuru
dunia manapun.
Tiada tempat untuk melarikan diri dari hukum ini.
Pertualangan hidup, ialah perjuangan untuk terbebas dari kelahiran kembali.
Tiada lagi tetesan air mata.
Tiada lagi permainan sukha dukkha kehidupan.
Terlahir, artinya berjuang melawan hukum alam, untuk terbebas dari ikatan
yang menjerat kita selama ini.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.