JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

Keep Grow Beautiful and Charming

The dumbhead thought,
A good person is a soft prey,
Because good people will not take revenge on the perpetrator.
That is why,
The bad guys are always hunting and looking for good people,
To serve as prey.
Like a woodcutter,
Go to the forest with an ax,
In the hope of finding a tree that grows straight up,
Without a bit the tree grows bent at the right or left.
Trees that grow upright and straight,
Always the number one victim of the ferocious and violent woodcutter.
How human hands,
So destructive.
The hands of human beings,
So dirty.
The hands of human beings,
So destructive.
The fool will always be brave to the good people who become victims,
Because such good people will not fight as sadistically when hurt.
That is why,
The bad guys,
Always tempted to be evil,
By harassing good people,
Whether for his own sake,
Or just for fun.
Have you ever met again now,
A rhino in the wild?
Too bad,
They are already very rare,
Because most of the cute and funny rhinos,
Hunted and killed by hunters.
Because the rhino horn is so precious,
Precisely because of that,
The evil hunters are thus so tempted to hurt and harm the rhino.
The rhino itself,
Not guilty.
The rhino does have a valuable horn,
Because the rhino is so great and beautiful.
The bad and the rotten,
He is the evil intent and content of the hunter's mind,
Which greedily destroys the lives of the animals in the wild where they live.
Just like a beautiful place,
A beach that has coral and various starfish, for example,
The beautiful beach is not a sin.
The dirty is the content of the minds of the inhabitants of the world,
With nosy and greed,
Damaging coral reefs and coastal biota,
Even destroyed the coastal ecosystem until it was completely destroyed.
A beautiful girl with smooth white and smooth feet,
It is not a sin to be such a charming and beautiful girl.
The bad and sinful are the criminals who feel entitled to abuse the woman,
Even ruin the sweet girl.
Try to look at a beautiful flower in the garden,
If it still exists, and nothing has damaged all the flowers in the garden near your residence,
So try to ask this question to your own mind,
Honestly,
Is the beautiful flower SHOULD we pick and break?
Does that mean all flowers must grow ugly,
In order to survive the greediness of human nature?
Not just a coward,
Who only dare to make good people as victims?

© HERY SHIETRA Copyright.

Si dungu berpikir,
Orang baik adalah mangsa yang empuk,
Karena orang baik tidak akan membalas dendam kepada sang pelaku.
Itulah sebabnya,
Orang-orang jahat selalu memburu dan mencari-cari orang baik,
Untuk dijadikan sebagai mangsa.
Bagai seorang penebang kayu,
Pergi ke hutan membawa sebilah kapak,
Dengan harapan menemukan sebatang pohon yang tumbuh tegak lurus ke atas,
Tanpa sedikit pun pohon itu bertumbuh secara bengkok kekanan maupun kekiri.
Pohon yang tumbuh secara tegak dan lurus,
Selalu menjadi korban nomor kesatu dari para penebang kayu yang ganas dan beringas.
Betapa tangan-tangan manusia,
Demikian merusak.
Tangan-tangan para manusia,
Demikian kotor.
Tangan-tangan para manusia,
Demikian destruktif.
Si dungu selalu akan berani kepada para orang baik yang menjadi korbannya,
Karena orang-orang baik tersebut tidak akan melawan dengan sama sadisnya ketika disakiti.
Itulah sebabnya,
Para orang jahat,
Selalu tergoda untuk menjadi jahat,
Dengan menjahati orang baik,
Entah untuk kepentingan dirinya sendiri,
Atau sekadar untuk bersenang-senang semata.
Pernahkah kini dapat kau jumpai lagi,
Seekor badak di alam bebas?
Sayang sekali,
Mereka sudah sangat langka,
Karena sebagian besar para badak yang manis dan lucu itu,
Diburu dan ditewaskan oleh para pemburu cula.
Karena cula badak itu demikian berharga,
Justru karena itulah,
Para pemburu jahat demikian demikian tergiur untuk melukai dan menyakiti sang badak.
Sang badak itu sendiri,
Tidak bersalah.
Sang badak memang memiliki cula yang berharga,
Karena badak memang demikian agung dan indah.
Yang buruk dan busuk,
Ialah niat jahat dan isi pikiran sang pemburu,
Yang dengan tamaknya menghancurkan kehidupan para satwa di alam yang menjadi tempat hidup bebas mereka.
Sama halnya sebuah tempat yang indah,
Sebuah pantai yang memiliki batu koral dan aneka bintang laut, misalnya,
Pantai yang indah bukanlah sebuah dosa.
Yang kotor ialah isi pikiran para penduduk dunia,
Dengan usil dan rasa tamak,
Merusak terumbu karang dan biota pantai,
Bahkan menghancurkan ekosistem pantai itu hingga hancur lebuh sama sekali.
Seorang gadis yang cantik dengan kaki yang putih dan mulus lembut,
Bukanlah sebuah dosa menjadi gadis yang demikian menawan dan cantik.
Yang buruk dan berdosa ialah para penjahat yang merasa berhak untuk melecehkan wanita itu,
Bahkan merusak gadis manis itu.
Cobalah tengok sekuntum bunga yang indah di taman,
Jika masih ada, dan tidak ada yang telah merusak semua bunga di taman dekat kediamanmu,
Maka cobalah ajukan pertanyaan ini kepada benak dirimu sendiri,
Secara jujur,
Apakah bunga yang indah itu HARUS kita petik dan rusak?
Apakah artinya semua bunga harus tumbuh secara buruk rupa,
Agar dapat selamat dari ketamakan sifat manusia?
Bukanlah hanya seorang pengecut,
Yang hanya berani untuk menjadikan orang baik sebagai korban?


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

It's Okay if at First It Looks Imperfect

If from the young we do not try to live diligently,
Then it's okay,
As long as we are about to change,
And start living more diligently since growing up.
If from a young age we do not study seriously,
Then it's okay,
As long as we want to immediately change our mindset,
And begin to commit and foster the willingness to study hard and seriously.
If from a young age we are careless and spoiled,
Then it's okay,
As long as we begin to feel the urgency to change,
And start living smarter and more mature since growing up.
If from a young age we never want to know the responsibility,
Then it's okay,
As long as we are willing to admit that life is about responsibility to ourselves,
And begin to be more responsible to ourselves and to others, as we get older.
If from the young we always try to escape,
Then it's okay,
As long as we want to start learning to dare to see reality,
And begin to be better prepared to deal with any dislike in life as you approach adulthood.
If from youth we always do a lot of evil,
Then it's okay,
As long as we want to learn from all the mistakes we have done,
And begin to be more vigilant about the behavior and content of our own minds as we are older.
If from youth we have never done any good deeds,
Then it's okay,
As long as we are willing to start bothering ourselves to plant the seed of good deeds as we grow older.
If from the young we used to say lies and full of lies,
Then it's okay,
As long as we are willing to fight to make amends by being honest when we become adults.
If from the young we are accustomed or accustomed by our environmental conditions to hate ourselves,
Then it's okay,
As long as we begin to rise up and extend our loving hands to ourselves,
And begin to learn to love ourselves as we begin to grow older.
Whatever the mistakes or big mistakes we have made in the past,
These are not the main issues,
But how do we close the history of our lives,
By becoming a responsible and empathful human adult.
Can we meet someone kind-hearted when young,
But being a bad man when he was old age.
Instead,
Can we meet,
Someone who is bad in heart and behavior when they are young,
But was able to transform themselves, to turn into a human being generous and noble, when he / she was approaching the end of life.
We need to open up all opportunities of change,
Where it becomes our choice of life each.

© HERY SHIETRA Copyright.

Bila dari sejak muda kita tidak berusaha hidup secara rajin,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita mau segera untuk berubah,
Dan mulai hidup secara lebih rajin sejak beranjak dewasa.
Bila dari sejak muda kita tidak belajar banyak dengan tekun,
Maka itu tidaklah apa-apa,
Sepanjang kita mau untuk segera mengubah pola pikir kita,
Dan mulai untuk bertekad serta menumbuhkan kemauan untuk belajar secara giat dan rajin.
Bila dari sejak muda kita bersikap penuh masak bodoh,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita mulai merasakan kemendesakan untuk berubah,
Dan mulai hidup secara lebih cerdas dan lebih dewasa sejak beranjak dewasa.
Bila dari sejak muda kita tidak pernah mau mengenal tanggung jawab,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita mau mengakui bahwa hidup adalah perihal tanggung jawab terhadap diri kita sendiri,
Dan mulai lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain seiring bertambahnya umur.
Bila dari sejak muda kita selalu berusaha melarikan diri,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita mau untuk mulai belajar berani melihat kenyataan,
Dan mulai lebih siap untuk menghadapi segala ketidaksukaan dalam hidup saat menjelang dewasa.
Bila dari sejak muda kita selalu berbuat banyak kejahatan,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita mau belajar dari segala kesalahan yang telah kita perbuat,
Dan mulai lebih waspada terhadap perilaku dan isi pikiran kita sendiri saat kita telah berumur lebih tua.
Bila dari sejak muda kita tidak pernah melakukan perbuatan baik apapun,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita bersedia untuk mulai merepotkan diri kita sendiri menanam benih perbuatan baik saat kita lebih beranjak dewasa.
Bila dari sejak muda kita terbiasa untuk berkata bohong dan penuh dusta,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita mau berjuang menebus kesalahan kita dengan bersikap penuh kejujuran ketika telah menjadi manusia dewasa.
Bila dari sejak muda kita terbiasa atau dibiasakan oleh kondisi lingkungan kita untuk membenci diri kita sendiri,
Maka itu tidak apa-apa,
Sepanjang kita mulai mau bangkit dan mengulurkan tangan penuh kasih kepada diri kita sendiri,
Dan mulai untuk belajar mencintai diri kita sendiri ketika kita mulai beranjak lebih dewasa.
Apapun kekeliruan atau kesalahan besar yang telah kita perbuat dimasa lampau,
Semua itu bukanlah permasalahan utamanya,
Namun bagaimana kita menutup sejarah kehidupan kita,
Dengan menjadi manusia dewasa yang bertanggung-jawab dan penuh empati.
Dapat kita jumpai seseorang yang baik hati ketika berusia muda,
Namun menjadi menjadi manusia jahat ketika usianya ia beranjak tua.
Sebaliknya,
Dapat kita jumpai,
Seseorang yang buruk isi hati dan perilakunya ketika mereka berusia muda,
Namun ternyata mampu melakukan transformasi diri dengan berubah menjadi manusia yang berbaik hati dan mulia ketika ia menjelang akhir hayat.
Kita perlu membuka segala peluang perbubahan,
Dimana semua itu menjadi pilihan hidup kita masing-masing.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Being a Person Who Should We Encounter

No need to be handsome or beautiful,
The most important thing is to be responsible.
No need to be rich or a millionaire,
But full of affection and attention.
Nor should it be a genius,
But it has empathy and tenderness.
There's no need to just be there when having fun,
But there is for and present for us when we are in need of his presence.
Not necessarily a man who is good at seducing and praising or sweet-mouthing,
But the most important thing is being able to prove commitment and loyalty.
That is the characteristic of the person we deserve to be our companion.
No need for someone famous to resemble a celebrity,
But the most important thing is to be able to guide and advise when we do wrong.
No need someone who has super power or has a body as strong as steel,
But willing to lend a hand when we are falling.
It is not necessary to have many academic degrees,
But able to think wisely and be a good example.
No need to have power with many followers,
But have a greeting that is able to keep his promise.
That is the trait of a traveling companion who should be a trusted friend.
No need to talk much,
Neither do we need a lot of speeches at length,
But the most important thing is to be able to understand the feelings and content of the hearts of others.
No need to theorize much,
But able to be rational and willing to bother himself to move.
No need for someone who behaves like a dictator,
But teaching through inspiring and tangible examples.
No need to fantasize sky-high,
But have dreams and hopes, which fought with all his / her heart.
That is the characteristic of a teacher who should be imitated and emulated.
No need to be good at commanding,
But honest and reliable.
Not necessarily iron-handed,
But having heard what the people are saying.
No need for an expert,
But has the will to walk directly to the field to hear the voices and aspirations of its citizens.
That is the characteristic of a leader who should be appointed and made leader.
No need to be obsessed to be a great figure who shook the world,
It is enough to be a normal person who lives normally without hurting any living thing.
It is not also necessary to be ashamed to ask and learn if we have not really understood something to live as a human being,
It is enough for us to acknowledge our own shortcomings and strengths.
It is not necessary to be cocky and arrogant,
Simply humble and simplistic.
That is the personal qualities of the self.

© HERY SHIETRA Copyright.

Tidak perlu tampan ataupun cantik,
Yang terpenting ialah bertanggung jawab.
Tidak perlu kaya ataupun seorang milioner,
Namun penuh kasih sayang dan perhatian.
Tidak perlu seorang jenius,
Namun memiliki empati dan kelembutan.
Tidak perlu hanya ada ketika bersenang-senang,
Namun ada untuk dan hadir untuk kita disaat kita sedang membutuhkan kehadirannya.
Tidak harus seorang yang pandai merayu dan memuji ataupun bermulut manis,
Namun yang terpenting ialah mampu membuktikan komitmen serta kesetiaan.
Itulah ciri-ciri dari orang yang layak untuk kita jadikan teman hidup.
Tidak perlu seseorang yang terkenal menyerupai seorang selebritis,
Namun yang terpenting ialah mampu membimbing dan menasehati dikala kita berbuat keliru.
Tidak perlu seseorang yang memiliki kekuatan super atau memiliki tubuh sekuat baja,
Namun mau mengulurkan tangannya ketika kita sedang terjatuh.
Tidak perlu memiliki banyak gelar akademik,
Namun mampu berpikir bijak dan menjadi teladan yang baik.
Tidak perlu kekuasaan dengan banyak pengikut,
Namun memiliki ucapan yang mampu ditepati janjinya.
Itulah ciri-ciri seorang kawan seperjalanan yang patut dijadikan sahabat terpercaya.
Tidak perlu banyak berbicara,
Tidak juga perlu banyak berpidato secara panjang lebar,
Namun yang terpenting ialah mampu memahami perasaan dan isi hati orang lain.
Tidak perlu banyak berteori,
Namun mampu bersikap rasional dan mau merepotkan diri untuk bergerak.
Tidak perlu seseorang yang bersikap seperti seorang diktator,
Namun mengajar lewat memberi inspirasi serta contoh nyata.
Tidak perlu berfantasi setinggi langit,
Namun memiliki impian serta harapan yang diperjuangkan dengan sepenuh hati.
Itulah ciri-ciri dari seorang guru yang patut ditiru dan diteladani.
Tidak perlu pandai memerintah,
Namun jujur dan dapat diandalkan.
Tidak juga perlu bertangan besi,
Namun memiliki mendengar apa yang disuarakan para rakyatnya.
Tidak perlu seorang ahli,
Namun memiliki kemauan untuk berjalan langsung ke lapangan untuk mendengar suara dan aspirasi para warganya.
Itulah ciri-ciri dari seorang pemimpin yang patut diangkat dan dijadikan pemimpin.
Tidak perlu terobsesi untuk menjadi tokoh besar yang mengguncang dunia,
Cukuplah menjadi orang biasa yang hidup normal tanpa menyakiti makhluk hidup manapun.
Tidaklah juga perlu malu untuk bertanya dan belajar bila kita belum benar-benar memahami sesuatu untuk hidup sebagai seorang manusia,
Cukup bagi kita untuk mengakui kekurangan dan kelebihan diri kita sendiri.
Tidaklah perlu untuk bersikap sombong dan arogan,
Cukup bersikap rendah hati dan penuh kesederhanaan.
Itulah ciri-ciri pribadi diri yang berkualitas.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

A Precious and Meaningful Life

Our lives may not be as long as the lives of others,
We may soon die.
Who will know?
But that's not the main problem.
There are people who have longevity,
But throughout his life it was a lot of crime.
Having the resources of time and longevity,
However misused,
Being a boomerang and a disaster for himself and for those who are nearby.
Every moment,
No matter how short it is,
It is precious,
As long as we appreciate it by utilizing the time available productively and positively.
We never know what will happen in the future.
But certainly,
Every living thing,
Will die of old age, because of illness, or because of disaster.
Short-lived or long-lived,
Thus will meet the god of death.
Realizing that,
We begin to reevaluate the meaning and purpose of our lives.
Looking at the life cycle of a butterfly,
It was short and short lived.
The life span of a beautiful butterfly,
Just a matter of weeks,
Less than a month of his life.
However,
Nonetheless,
The butterfly is still struggling and able to bring beauty to the world,
Helps fertilize the flowers,
And it inspires many people.
Never assume that we still have a long lifespan.
Death can meet us like an uninvited and unexpected death.
Therefore,
Do not delay to morphed like a butterfly,
Which was originally a caterpillar,
Incarnate cocoon,
To then fly high and display a beautiful and charming figure,
Invited a lot of admiration.
It is not a question of how long we live,
But what have we done in our lives?
If a human being has a long life,
But never present any life beauty in his life,
Then a butterfly is still more valuable than the human self.
Life can be short,
The most important,
Full of meaning and significance.
Those who provide the color of life for the people around him,
Although limited by a short time,
It remains to be remembered all the time.
However,
If we can not bring happiness to the people closest to us,
So at least our whole life never hurt any creature.

© HERY SHIETRA Copyright.

Hidup kita mungkin tidaklah sama panjangnya dengan hidup orang lain,
Mungkin saja tidak lama lagi kita akan meninggal.
Siapa yang akan tahu?
Namun bukanlah itu masalah utamanya.
Ada orang yang memiliki usia panjang,
Akan tetapi sepanjang hidupnya justru banyak berbuat kejahatan.
Memiliki sumber daya waktu dan umur panjang,
Namun disalahgunakan,
Menjadi bumerang dan petaka bagi dirinya sendiri maupun bagi orang-orang yang berada di dekatnya.
Setiap momen,
Sesingkat apapun itu,
Adalah berharga,
Sepanjang kita menghargainya dengan memanfaatkan waktu yang ada secara produktif dan positif.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Namun yang pasti,
Setiap makhluk hidup,
Akan meninggal karena usia tua, karena penyakit, atau karena bencana.
Yang berusia pendek ataupun yang berusia panjang,
Dengan demikian akan menjumpai dewa kematian.
Menyadari akan hal itu,
Kita mulai perlu mengevaluasi ulang makna dan tujuan hidup kita.
Melihat siklus hidup seekor kupu-kupu,
Amatlah singkat dan pendek umur hidupnya.
Umur hidup seekor kupu-kupu yang demikian indah,
Hanya hitungan minggu,
Kurang dari satu bulan lama kehidupannya.
Namun,
Tetap saja,
Kupu-kupu itu tetap berjuang dan mampu menghadirkan keindahan bagi dunia,
Membantu pembuahan bunga-bunga,
Dan memberi inspirasi bagi banyak manusia.
Jangan pernah berasumsi bahwa umur kita masih panjang.
Kematian dapat menjumpai kita bagai maut yang tidak diundang dan tidak terduga.
Untuk itu,
Janganlah menunda untuk bermetamorfosis seperti seekor kupu-kupu,
Yang pada mulanya adalah seekor ulat,
Menjelma kepompong,
Untuk kemudian terbang tinggi dan menampilkan sosok yang indah serta menawan,
Mengundang banyak kekaguman.
Bukanlah persoalan berapa lama kita hidup,
Namun apa sajakah yang telah kita lakukan selama hidup kita.
Bila seseorang manusia memiliki umur yang panjang,
Namun tidak pernah menghadirkan keindahan hidup apapun sepanjang hidupnya,
Maka seekor kupu-kupu masih lebih berharga daripada diri manusia tersebut.
Hidup boleh singkat,
Yang terpenting,
Penuh makna dan bermakna.
Mereka yang memberikan warna kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya,
Meski dibatasi oleh waktu yang singkat,
Tetap akan dikenang sepanjang masa.
Namun demikian,
Bila kita tidak mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang-orang terdekat kita,
Masa setidaknya sepanjang hidup kita tidak pernah menyakiti makhluk manapun.
Itu sudah lebih dari cukup.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.