JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

Is That Difficult, to be Able to Love Ourselves? Sesulit Itukah, Untuk dapat Mencintai Diri Kita Sendiri?

We need to keep in mind at all times,
That there is healthy entertainment,
And there is also unhealthy entertainment.
We ourselves make decisions,
And we ourselves will bear the consequences.
Everyone can indeed feel bored, feel frustrated, feel suffering, and other dissatisfaction.
It is a natural thing,
If at one time we need to rest and seek comfort to entertain ourselves.
But be creative,
Be creative,
Look for healthy entertainment and entertainment that does not hurt yourself and also entertainment that does not hurt other creatures.
Healthy entertainment is always open at all times for us,
As long as we are not greedy and also not being selfish towards ourselves.
Meditate,
Is healthy entertainment.
We don't have to pay dearly to meditate,
Just take the time and wholeheartedly go through the process,
And enjoy the inner peace generated by meditation and its healing effects.
Unhealthy entertainment, also always open at all times to touch,
As long as we choose to be pragmatic and like to live instantly.
Consumption of intoxicating and weaken awareness,
Is unhealthy entertainment.
Not only can't solve the problem,
But it also brings new problems that become burdensome burdens for our steps in the future.
When angry and disappointed,
Maybe we are moved to hate ourselves and hurt our own lives.
However,
Instead of developing hatred and anger towards ourselves,
Learn and make it a habit to develop compassion and love for ourselves.
Why are we willing to help and love others,
But at the same time we fail and don't want to love ourselves and our own lives.
There is nothing wrong when we feel sad, disappointed, angry and sick at all times.
Everyone will also, have, or are experiencing it.
We will not be able to avoid the feeling of dissatisfaction in life and various unpleasant things we will surely encounter,
Sooner or later.
We can always feel enough with healthy entertainment,
As long as we know how to love ourselves.
There is still a future that we have to face,
Then love this body,
Take good care while we are still able.
Do not let our bodies feel disappointed and in the end will no longer be able to bear the burden of our own greed.
When it reaches this stage,
Don't blame our body for betraying us.

© HERY SHIETRA Copyright.

Kita perlu tetap mengingat di setiap waktu,
Bahwa ada hiburan yang sehat,
Dan ada pula hiburan yang tidak sehat.
Kita sendiri yang membuat keputusan,
Dan kita sendiri pula yang akan menanggung konsekuensinya.
Semua orang memang bisa merasa bosan, merasa frustasi, merasa menderita, dan ketidakpuasan lainnya.
Adalah suatu hal yang wajar,
Bila sekali waktu kita perlu beristirahat dan mencari penghiburan untuk menghibur diri.
Namun bersikaplah kreatif,
Jadilah kreatif,
Carilah hiburan yang sehat dan hiburan yang tidak menyakiti diri sendiri dan juga hiburan yang tidak menyakiti makhluk lainnya.
Hiburan yang sehat selalu terbuka setiap saat bagi kita,
Sepanjang kita tidak bersikap tamak dan juga tidak besikap egois terhadap diri kita sendiri.
Bermeditasi,
Adalah hiburan yang sehat.
Kita tidak harus membayar mahal untuk bermeditasi,
Cukup luangkan waktu dan sepenuh hati menjalani prosesnya,
Dan nikmati kedamaian batin yang ditimbulkan meditasi serta efek penyembuhannya.
Hiburan yang tidak sehat, juga selalu terbuka setiap saat untuk kita sentuh,
Sepanjang kita memilih untuk bersikap pragmatis dan gemar hidup secara instan.
Konsumsi yang memabukkan dan melemahkan kesadaran,
Adalah hiburan yang tidak sehat.
Bukan hanya tidak dapat mengatasi masalah,
Namun juga membawa masalah baru yang menjadi beban pemberat bagi langkah kita dikemudian hari.
Ketika marah dan kecewa,
Mungkin kita tergerak untuk membenci diri dan menyakiti hidup kita sendiri.
Namun,
Daripada mengembangkan sikap kebencian dan kemarahan kepada diri kita sendiri,
Belajar dan biasakanlah untuk mengembangkan welas asih dan cinta kasih terhadap diri kita sendiri.
Mengapa kita bersedia menolong dan mencintai orang lain,
Namun disaat bersamaan kita justru gagal dan tidak mau untuk mencintai diri dan hidup kita sendiri.
Tidak ada yang salah bila sekali waktu kita merasa sedih, kecewa, marah, dan sakit.
Semua orang juga akan, telah, atau sedang mengalaminya.
Kita tidak akan dapat terhindar dari perasaan ketidakpuasan dalam hidup dan berbagai hal tidak menyenangkan pasti akan kita jumpai,
Cepat atau lambat.
Kita selalu dapat merasa cukup dengan hiburan yang sehat,
Sepanjang kita tahu cara untuk mengasihi diri kita sendiri.
Masih ada masa depan yang harus kita hadapi,
Maka sayangilah tubuh ini,
Jagalah baik-baik selagi kita masih mampu.
Jangan sampai tubuh kita merasa kecewa dan pada akhirnya tidak akan lagi mampu menanggung beban keserakahan diri kita sendiri.
Jika sudah sampai pada tahap demikian,
Jangan salahkan tubuh kita akan berkhianat terhadap diri kita.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Intelligence to Adapt. Kecerdasan untuk Beradaptasi

Let's make a new definition and redefine,
As part of a revolution in life view.
The ability to interpret or define a thing from life,
Is adaptation intelligence.
Someone who lives happily and survives in even the most difficult circumstances,
It's not the strongest or the one who can fulfill all his desires,
But are those who have the ability and willingness to adapt.
When we cannot impose circumstances,
So the most rational thing to do is to reinterpret what happened and the conditions that befall us.
As an example,
What is meant by good food,
It's not food that contains fragrant meat and tomato sauce.
Good food,
It's all food that doesn't taste bitter.
Or,
Good food,
It is food that nourishes the body, even though it feels bitter.
There are times, too,
People damage themselves,
And believe it as a happy entertainment,
As a result of their inability to make a proper understanding on a condition and circumstances they face and they would choose.
As an example,
Drink intoxicating drinks,
It is suffering and hurting ourselves as long as we interpret alcoholic drinks that can weaken the consciousness of the drinker.
On the contrary,
As a result of interpreting alcoholic beverages as a way to forget for a moment the problem of life,
So they believe that alcoholic beverages are synonymous with joy and happiness.
Many of us,
Who means life with abundant wealth,
Even if obtained by cheating or robbing the rights of others,
Is the purpose of life itself.
So, it is not surprising that then he dug his own grave,
All his life is materially rich,
Even though he realized that life as a human being, was not permanent,
And hell will wait for them in the next life.
Why harm yourself,
Can it be interpreted as a source of happiness?
That is the result of mistakenly making the correct definition or understanding of everything.
To be able to live happily,
It doesn't have to be materially rich,
But at least live without debt even though you can only eat rice twice a day.
To be called smart,
It is not necessary to be able to commit theft by hacking into a sophisticated security system,
Without being able to be known by the victims, and without being tracked by the police.
To be called smart,
Suffice we can live and make a living by not harming others,
Being able to find rice to eat, without having to steal food from someone else's plate.
To be called brave,
It's not necessary to be able to hit many people in a fight,
But it is enough to dare to face this life full of uncertainty,
With an honest way of life even though facing various difficulties of life.
To be called love,
It doesn't have to be to force what we like, to the person,
But give what they like, even though we don't like it.
To be called has won the fight,
We don't have to be champions or pass an examination of subjects at school,
But to be brave to face failure,
Without cheating.
That way,
At least we have become winners of ourselves.
Be a winner,
It does not have to always be in the form of dropping someone else.
Biggest opponent,
Inside ourselves.
That is the power of true meaning and understanding.

© HERY SHIETRA Copyright.

Image by RIANA SHIETRA Copyright
Yang Anda lihat bukanlah kemustahilan, namun sebuah perspektif KECERDASAN BARU

Mari kita membuat definisi baru dan melakukan definisi ulang,
Sebagai bagian dari revolusi pandangan hidup.
Kemampuan untuk memaknai atau mendefinisikan sebuah hal dari kehidupan,
Adalah kecerdasan adaptasi.
Seseorang yang hidup berbahagia dan bertahan hidup dalam keadaan paling sukar sekalipun,
Bukanlah yang terkuat ataupun yang mampu memenuhi segala keinginannya,
Namun adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk beradabtasi.
Ketika kita tidak dapat memaksakan keadaan,
Maka yang paling rasional untuk dilakukan ialah memaknai ulang apa yang terjadi dan kondisi menimpa kita.
Sebagai contoh,
Yang dimaksud dengan makanan enak,
Bukanlah makanan yang mengandung daging dan saus tomat yang harum.
Makanan yang enak,
Ialah semua makanan yang tidak terasa pahit.
Atau,
Makanan yang enak,
Ialah makanan yang menyehatkan tubuh, sekalipun terasa pahit.
Ada kalanya juga,
Orang-orang merusak dirinya sendiri,
Dan meyakininya sebagai hiburan yang membahagiakan,
Akibat ketidak-mampuan mereka untuk membuat pengertian yang benar atas suatu kondisi dan keadaan yang mereka hadapi dan akan mereka pilih.
Sebagai contoh,
Meminum minuman memabukkan,
Adalah menderita dan menyakiti diri kita sendiri sepanjang kita memaknai minuman beralkohol dapat melemahkan kesadaran peminumnya.
Sebaliknya,
Akibat memaknai minuman beralkohol sebagai cara untuk melupakan untuk sejenak masalah hidup,
Maka mereka meyakini bahwa minuman beralkohol adalah identik dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Banyak diantara kita,
Yang memaknai hidup dengan kekayaan melimpah,
Sekalipun didapat dengan cara menipu maupun merampok hak orang lain,
Adalah tujuan hidup itu sendiri.
Maka, tidaklah heran bila kemudian dirinya menggali lubang kubur sendiri,
Sepanjang hidupnya kaya secara materi,
Sekalipun disadari olehnya bahwa kehidupan sebagai manusia, tidaklah kekal,
Dan neraka akan menunggu mereka dikehidupan selanjutnya.
Mengapa mencelakai diri sendiri,
Dapat dimaknai sebagai suatu sumber kebahagiaan?
Itulah akibat dari keliru membuat definisi atau pengertian yang benar atas segala sesuatunya.
Untuk dapat hidup secara bahagia,
Tidaklah harus kaya secara materi,
Namun setidaknya hidup tanpa memiliki hutang meski hanya dapat makan nasi sebanyak dua kali dalam satu hari.
Untuk dapat disebut sebagai cerdas,
Tidaklah harus dapat melakukan pencurian dengan meretas sistem keamanan yang canggih,
Tanpa dapat diketahui korbannya dan tanpa dapat terlacak oleh pihak kepolisian.
Untuk dapat disebut sebagai cerdas,
Cukuplah kita dapat hidup dan mencari nafkah dengan cara tidak merugikan orang lain,
Mampu mencari nasi untuk makan, tanpa harus mencuri makanan dari piring milik orang lain.
Untuk dapat disebut pemberani,
Bukanlah harus dapat memukul jatuh banyak orang dalam perkelahian,
Namun cukuplah untuk berani menghadapi hidup yang penuh ketidakpastian ini,
Dengan cara hidup jujur sekalipun menghadapi berbagai kesukaran hidup.
Untuk dapat disebut mengasihi,
Tidaklah harus berupa memaksakan apa yang kita sukai kepada orang tersebut,
Namun memberikan apa yang mereka sukai, sekalipun hal tersebut tidak kita sukai.
Untuk dapat disebut telah memenangkan pertarungan,
Tidaklah harus kita menjadi juara atau lulus suatu ujian mata pelajaran di sekolah,
Namun untuk berani menghadapi ketidaklulusan,
Tanpa menyontek.
Dengan bgitu,
Setidaknya kita telah menjadi pemenang atas diri kita sendiri.
Menjadi pemenang,
Tidak harus selalu berbentuk menjatuhkan orang lain.
Lawan terbesar,
Ada di dalam diri kita sendiri.
Itulah kekuatan dari pemaknaan dan pengertian yang benar.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

No Need to be Sad, Live Not Just Once. Tidak Perlu Bersedih, Hidup Bukan Hanya Satu Kali.

No need to fear, if we live a difficult life today.
Nothing is eternal,
Everything will change in turn.
Knowing that we will not only and never live once,
But it has passed and will experience a series of processes of death and rebirth,
So we don't need to be discouraged.
Just let us live a life full of pain in the present,
To pay and pay off all the karma of our bad deeds in past lives, and make self-sacrifice for the happiness of the lives of those closest to us.
Because in turn,
Life will come in the next birth,
The time will come when we pick and enjoy all the sweet fruit, the good karma we planted in previous lives.
We have been born as slaves full of misfortune, in various previous lives.
So as,
We were born as a king who lived majestically and joyfully, in various previous lives.
But nothing is eternal,
All of them are temporary.
Also aware of that,
We cannot be complacent when living in prosperity in this present life,
Because everything is impermanent,
There will be an end when our good karma fruit has run out,
Without wanting to plant new good karma as capital for the next life.
Is very fatalistic,
When we believe that life is only one time,
Without rebirth,
Forever forever in heaven,
Or forever forever in hell, where evil people can no longer change or redeem all their mistakes while suffering in hell.
If you live only once,
It is very unfair to find ourselves born as poor, sick, and suffering throughout our lives.
Born only to suffer,
Absolutely without the meaning of life.
It is absolute unfair,
If without a cause that precedes it,
A person can be born healthy and prosperous,
But on the contrary,
Not a few people among us are born and live in a sick, poor and persecuted state.
We don't just live for one time,
So we don't need to be discouraged.
Suffering now, for the sake of a much better future.
This temporary life is very short,
Compared to the rebirth we have lived in previous lives,
That number is no longer counted.
But it is not born as a rich noble, as our next purpose in life.
Why?
Like a river that flows from the lowlands,
Nor does the river flow from the highest mountains in the world,
In the end it will flow into the same ocean,
That is the ocean full of suffering.
That's why,
Our main goal, when born as a human being,
It is the mission to break the chain of karma that has been shackling and playing with our lives,
Nibbana.
Isn't it very tiring, must die and live repeatedly without end?

© HERY SHIETRA Copyright.

hery shietra Content Writer
Image by RIANA SHIETRA Copyright

Tidak perlu takut, bila dikehidupan sekarang ini kita menjalani hidup yang sukar.
Tidak ada yang kekal,
Segala sesuatu akan berubah pada gilirannya.
Mengetahui bahwa kita tidak hanya akan dan tidak pernah hidup satu kali,
Namun telah melewati dan akan mengalami serangkaian proses mati dan kelahiran kembali,
Maka kita tidak perlu berkecil hati.
Biarkan saja kita menjalani hidup penuh derita pada saat kini,
Untuk menebus segala karma perbuatan buruk kita di kehidupan lampau dan melakukan pengorbanan diri demi kebahagiaan hidup orang-orang terdekat kita.
Karena pada gilirannya,
Akan datang kehidupan dalam kelahiran selanjutnya,
Akan tiba saatnya kita memetik dan menikmati segala jirih payah karma baik yang kita tanam di kehidupan sebelumnya.
Kita pernah terlahir sebagai seorang budak yang penuh kemalangan, di berbagai kehidupan sebelumnya.
Begitu pula,
Kita pernah terlahir sebagai seorang raja yang hidup secara megah dan penuh kegembiraan, di berbagai kehidupan sebelumnya.
Namun tidak ada yang kekal,
Semua itu bersifat temporer.
Menyadari hal itu jugalah,
Kita tidak dapat berpuas diri ketika hidup dalam kemakmuran dalam kehidupan sekarang ini,
Karena semua itu tidak kekal,
Akan ada akhirnya ketika buah karma baik kita telah habis,
Tanpa mau menanam karma baik yang baru sebagai bekal untuk kehidupan selanjutnya.
Adalah sangat fatalistis,
Ketika kita berkeyakinan bahwa hidup itu hanya satu kali,
Tanpa ada kelahiran kembali,
Selamanya kekal di surga,
Atau selamanya kekal di neraka, dimana orang jahat tidak lagi dapat berubah atau menebus semua kesalahannya selama menderita di neraka.
Jika memang hidup hanya satu kali,
Adalah sangat tidak adil bila kita mendapati diri kita terlahir sebagai orang miskin, berpenyakit, dan penuh derita sepanjang hidup kita.
Dilahirkan hanya untuk menderita,
Sama sekali tanpa makna hidup.
Adalah sebentuk ketidak-adilan yang cenderung sewenang-wenang,
Bila tanpa suatu sebab yang mendahului,
Seseorang dapat terlahir dalam keadaan sehat dan makmur,
Namun sebaliknya,
Tidak sedikit orang-orang diantara kita yang terlahir dan hidup dalam keadaan berpenyakit, miskin, dan teraniaya.
Kita tidak hanya hidup untuk satu kali saja,
Maka kita tidak perlu berkecil hati.
Menderita saat kini, demi masa depan yang jauh lebih baik.
Satu kehidupan temporer ini, sangatlah singkat,
Dibandingkan dengan kelahiran kembali yang pernah kita jalani di kehidupan-kehidupan sebelumnya,
Yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.
Namun bukanlah terlahir sebagai bangsawan kaya, sebagai tujuan hidup kita selanjutnya.
Mengapa?
Ibarat sungai yang mengalir dari dataran rendah,
Maupun sungai yang mengalir dari pegunungan tertinggi di dunia sekalipun,
Pada akhirnya akan bermuara di samudera yang sama,
Yakni samudera penuh penderitaan.
Oleh karena itulah,
Tujuan utama kita, ketika terlahir sebagai seorang manusia,
Ialah misi untuk memutus rantai karma yang selama ini membelenggu dan mempermainkan hidup kita,
Nibbana.
Bukankah sangat meletihkan, harus mati dan hidup berulang-ulang tanpa berkesudahan?
© Hak Cipta HERY SHIETRA.