The Secret Fact Behind the Workings of the Universe

Is not it a reflection of the attitude of a lazy,
Relying on the ritual of worship of God in order to enter heaven,
Rather than bothering to do much good to every living being,
Rather than having to feel tired, control and self control to not hurt any living creature,
Instead of practicing the practice of purification of mind and heart.
Is not there a reflection of a coward's attitude,
Who rely on the ritual of the remission of sins in order to live a happy life,
Rather than assume the responsibility of pain and fear, due to the fruits of the karma of bad deeds, which during their lives have been planted,
Rather than doing many good deeds to compensate for bad karma,
Instead of falling awake, practicing the purity of his heart and mind.
Why and how can I know all this?
A long time ago,
Long before the religion that taught the concept of God,
Everyone knows and is aware,
Only those who do much good,
And a little bit do evil,
Who will go to heaven.
Only those who are pure and clean in thinking and behaving,
What the universe will love.
Caring for and loving life,
It is equivalent to glorifying the creator of the universe.
That is,
Without the concept of God,
Everyone can choose to fight for the rest of his life to get to heaven,
Through hard work controlling the lust of oneself,
And a lot to help every living thing.
Meanwhile,
Since the introduction of the concept of God by the prophets,
Complete with the heavenly promises and the lure of the abolition of sin,
The human race begins to feel lazy to do much good to every living being,
The human race began to feel fond of fraud, corruption, murder, and all other crimes,
Since the moral standards of goodness have shifted,
From doing good to living creatures, it becomes a practice of worship ritual to God as the highest good.
Relying on the ritual of worship of God and the promises of the remission of sins,
Someone began to feel confident and secure going to heaven,
So that the human race began to flock to worship and praise God and the prophet.
Practice self-control exercises,
Practice of meditation,
Practice exercise purifies the heart and mind,
The practice of doing much good to every living being,
Practice self-control so as not to hurt any creature,
Starting abandoned,
Even being a lonely road,
Due to start losing interest,
Of those who prefer to take an instant road to heaven,
Through the practices of worshiping to God,
Being a sycophant,
Feel already guaranteed to go to heaven,
Without having to bother practicing meditation,
Without having to bother practicing self-control,
Without having to bother to help many living things,
Without having to bother to not hurt any living thing.
Do you think,
Is not it in the modern era that has been full of various religions about God offered by many prophets,
Precisely human civilization is much more degenerate than the previous era?
Murders and massacres in the name of God,
With confidence the perpetrator who committed the murder felt secure going to heaven.
Is not this much more terrible,
Where do people now begin to feel sure to go to heaven by killing people who do not want to acknowledge the figure of God's existence claimed by the prophet?
If in ancient times,
A killer feels confident of going to hell.
While on the contrary, at the present moment,
A murderer, kills with joy and confidence, that he kills for heaven.
Even call it, God's way.

© HERY SHIETRA Copyright.

Bukankah adalah sebuah cerminan dari sikap seorang pemalas,
Yang mengandalkan ritual penyembahan terhadap Tuhan agar dapat masuk surga,
Ketimbang bersusah-payah berbuat banyak kebaikan kepada setiap makhluk hidup,
Ketimbang harus berletih-letih mengontrol dan mengendalikan diri agar tidak menyakiti makhluk hidup manapun,
Ketimbang berlatih praktik pemurnian pikiran dan hati.
Bukankah ada sebuah cerminan dari sikap seorang pengecut,
Yang mengandalkan ritual penghapusan dosa agar dapat hidup bahagia,
Ketimbang memikul tanggung jawab rasa sakit dan takut, akibat buah karma perbuatan buruk yang selama hidup telah diperbuatnya,
Ketimbang melakukan banyak perbuatan baik untuk mengimbangi karma buruk,
Ketimbang jatuh-bangun melatih kesucian hati dan pikiran dirinya sendiri.
Mengapa dan bagaimana aku dapat mengetahui semua ini?
Dahulu kala,
Jauh sebelum agama yang mengajarkan konsep tentang Tuhan,
Semua orang tahu dan sadar,
Hanya orang yang banyak berbuat baik,
Dan sedikit berbuat jahat,
Yang akan masuk surga.
Hanya orang-orang yang suci dan bersih dalam berpikir dan bersikap,
Yang akan disukai alam semesta.
Merawat dan mencintai keidupan,
Sudah sama artinya dengan memuliakan sang pencipta semesta.
Artinya,
Tanpa adanya konsep mengenai Tuhan sekalipun,
Setiap orang bisa memilih untuk berjuang masuk surga,
Lewat kerja keras mengontrol nafsu diri sendiri,
Dan banyak menolong setiap makhluk hidup.
Akan tetapi,
Sejak diperkenalkan konsep tentang Tuhan oleh para nabi,
Lengkap dengan janji-janji surgawi dan iming-iming penghapusan dosa,
Para umat manusia mulai merasa malas untuk berbuat banyak kebaikan kepada setiap makhluk hidup,
Para umat manusia mulai merasa gemar untuk melakukan penipuan, korupsi, pembunuhan, dan segala kejahatan lain,
Karena standar moral tentang kebaikan telah bergeser,
Dari berbuat kebaikan kepada makluk hidup, menjadi praktik ritual penyembahan kepada Tuhan sebagai kebaikan tertinggi.
Dengan mengandalkan ritual penyembahan kepada Tuhan dan janji-janji penghapusan dosa,
Seseorang mulai merasa yakin dan terjamin masuk surga,
Sehingga para umat manusia mulai berbondong-bondong menyembah sujud dan memuja-muji Tuhan dan sang nabi.
Praktik latihan pengendalian diri,
Praktik meditasi,
Praktik latihan memurnikan hati dan pikiran,
Praktik melakukan banyak kebaikan kepada setiap makhluk hidup,
Praktik pengendalian diri agar tidak menyakiti makhluk manapun,
Mulai ditinggalkan, bahkan menjadi jalan yang sepi dari peminat,
Karena mulai kehilangan minat,
Dari orang-orang yang lebih memilih menempuh jalan instan menuju surga,
Lewat praktik-praktik sembah sujud kepada Tuhan,
Menjadi seorang penjilat,
Merasa sudah terjamin akan masuk surga,
Tanpa harus bersusah payah berlatih meditasi,
Tanpa harus bersusah payah berpraktik pengendalian diri,
Tanpa harus bersusah payah menolong banyak makhluk hidup,
Tanpa harus bersusah payah untuk tidak menyakiti makhluk hidup manapun.
Menurutmu,
Bukankah di era modern yang telah penuh dengan berbagai agama tentang Tuhan yang ditawarkan oleh banyak nabi,
Justru peradaban manusia jauh lebih merosot dari zaman sebelumnya?
Pembunuhan dan pembantaian yang mengatasnamakan Tuhan,
Dengan penuh keyakinan si pelaku yang melakukan pembunuhan merasa terjamin akan masuk surga.
Bukankah ini jauh lebih mengerikan,
Dimana kini orang-orang justru mulai merasa yakin akan masuk surga dengan membunuhi orang-orang yang tidak mau mengakui sosok keberadaan Tuhan yang diklaim oleh sang nabi?
Jika zaman dahulu kala,
Seorang pembunuh merasa yakin akan masuk neraka.
Sementara sebaliknya, pada saat kini,
Seorang pembunuh, membunuh dengan penuh kegembiraan dan penuh percaya diri, bahwa dirinya membunuh demi masuk surga.
Bahkan menyebutnya sebagai, jalan Tuhan.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

SPONSORED : Punya Masalah Hukum? Konsultasikan kepada Konsultan SHIETRA, Netral dan Objektif

Konsultan Hukum HERY SHIETRA & PARTNERS