Commitment Behind a Promise

A promise is made,
It means to be kept,
Not to be lip polish,
Like a lipstick that just a sweetener.
Like when we injure someone with our hands,
We can not heal the wound of the person just by apologizing.
Similarly, with a speech that we catapult,
Able to hurt others,
If we are not careful with what we say,
Or when we spit a promise that we can not keep ourselves.
A promise,
It is to be fulfilled and carried out,
With full commitment and wholeheartedly.
It does not matter whether later parties who bind each other with us will fulfill his promise also to us,
Integrity is determined by a person's ability to hold his or her own word of promise.
When we feel unable to fulfill a commitment,
We should not sell out the promise.
Someone,
Calling himself the messenger of God,
Dare to be on behalf of God,
Quoting the name of God,
Promises the promises of heaven for those who follow him.
However, when the promises are just a false hope,
Where is not the paradise gained,
But the fact is deceived massively,
So even when dead, the promise brokers will be sued by them,
The fool who is consumed by the heavenly promises.
Just as someone who expect and rely on the remission of sins,
And living quietly with such false assumptions,
Will plunge itself into a variety of unobserved attitudes,
Similarly, those who believe that the promise is not to be fulfilled,
Because there are always a lot of reasons to get out of responsibility,
When in the afterlife,
He must pay dearly for any promises he does not keep.
Better we pay dearly today,
In order to keep these promises,
Rather than all these promises billed to us at the hour of death.
When we expect others to keep their promises to us,
And will be angry when the person does not keep his promise to us,
Then other people have the right to expect us to keep our promises to them,
And they deserve to be angry if we do not keep the promise.
Making promises is easy matter,
But the commitment behind which we must remember and carry out.
Promises we do not keep,
It's like pulling the trigger of a rifle into the self of the culprit.
That's how we need to be wary of what we've said.
Once issued a speech,
True commitment is binding ourselves.

© HERY SHIETRA Copyright.

Sebuah janji diikrarkan,
Artinya untuk ditepati,
Bukan untuk menjadi polesan bibir,
Bagaikan lipstik yang hanya menjadi pemanis.
Bagaikan ketika kita melukai seseorang dengan tangan kita,
Kita tidak dapat menyembuhkan luka orang tersebut hanya dengan meminta maaf.
Begitupula dengan sebuah ucapan yang kita lontarkan,
Mampu melukai orang lain,
Bila kita tidak berhati-hati dengan ucapan kita,
Atau ketika kita mengumbar janji yang tidak dapat kita sendiri tepati.
Sebuah janji,
Adalah untuk ditepati dan dipenuhi,
Dengan penuh komitmen dan sepenuh hati.
Tidak perduli apakah nanti pihak yang saling mengikat janji dengan kita akan memenuhi janjinya pula pada kita,
Integritas ditentukan dari kemampuan seseorang untuk memegang janji ucapannya sendiri.
Bila kita merasa tidak sanggup untuk menepati suatu komitmen,
Hendaknya kita tidak mengobral janji.
Seseorang,
Menyebut dirinya utusan Tuhan,
Berani mengatasnamakan Tuhan,
Mencatut nama Tuhan,
Menjanjikan janji-janji surga untuk mereka yang menjadi penyikut dirinya.
Ketika janji-janji tersebut hanya sebuah harapan semu,
Dimana bukan surga yang didapat,
Melainkan tertipu besar-besaran,
Maka ketika telah mati sekalipun si pengumbar janji akan digugat oleh mereka,
Si bodoh yang termakan oleh janji-janji surgawi.
Sama seperti seseorang yang mengharap dan mengandalkan penghapusan dosa,
Dan hidup tenang dengan asumsi semu demikian,
Akan menjerumuskan dirinya sendiri dalam berbagai sikap yang tidak mawas diri,
Sama halnya dengan mereka yang berkeyakinan bahwa janji adalah tidak untuk ditepati,
Karena selalu tersedia berbagai alasan untuk berkelit dari tanggung jawab,
Saat di alam baka,
Ia harus membayar mahal atas segala janji yang tidak ia tepati.
Lebih baik kita membayar mahal dikehidupan saat ini,
Guna menepati janji-janji tersebut,
Daripada segala janji tersebut ditagihkan kepada kita saat ajal menjelang.
Ketika kita berharap orang lain menepati janji terhadap kita,
Dan akan marah ketika orang tersebut tidak menepati janjinya kepada kita,
Maka orang lain pun berhak berharap agar kita menepati janji kita terhadap mereka,
Dan mereka berhak marah jika kita tidak menepati janji.
Mengucap janji adalah hal yang mudah,
Namun komitmen dibaliknya yang harus kita ingat dan laksanakan.
Janji yang tidak kita tepati,
Bagaikan menarik pelatuk senapan api ke arah diri si pelakunya sendiri.
Begitulah kita perlu waspada terhadap apa yang telah kita ucapkan.
Sekali mengeluarkan ucapan,
Komitmen sejatinya sedang mengikat diri kita.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

[Iklan Resmi Terverifikasi] Jasa Pencarian dan Titip Produk THAILAND serta Impor ke Indonesia

Disediakan jasa pencarian serta pengiriman produk dari Thailand & Impor ke Indonesia