Some people live by pursuit of pleasure.
Some had spent his life traveling around the world, thinking that it would thus separated from the bondage of suffering.
Most of us are busy with the problems of others.
Some even wasting time and their lives.
Most were fortunate enough to just meet the nutritional needs.
In part, with Funnily enough damage and hurt himself.
Some live only to injure and harm other creatures.
Some believe has the right to take away the right of others to continue their lives.
Most of the rest live only to work.
Part of them, proud and satisfied to cultivate material in ways of stealing.
Most of the human, felt themselves already guaranteed to go to heaven, so it not be aware of their behavior.
Some of them live just to live.
Most let life flow like water.
Although, the water naturally moves down.
Most, swirling in the cycle there is no end of the base and endless.
Most struggling in debt.
Most develop greed to continue to fatten themselves.
Most throw themselves into self-justification and lies.
Most ironically live in a false identity.
Most oppress others in the name of religion.
Some feel entitled claimed the lives of others without feeling guilty.
Partly crying for losing everything.
Some laughed as they taste the sweetness of karma, stale rice alone.
Most like to plant a good karma.
Most of the rest, diligently plant bad karma.
Most, do not know the purpose of his life.
Most, obsessed with hopes and their ideals.
Most human deceive themselves with false hopes.
Most propel themselves into the valley of destruction.
Most, excitedly fooling others.
Most of them, introducing new moral standards, where right and wrong become distorted.
Most survive.
Most attack.
Most of the status quo.
Most builds.
Most caring.
Most destroy and blow up.
Most find the science and truth.
Most express themselves based on false truth.
Partially justified in the name of the holy book, ideology, and their god.
Some offer honesty and facts, but was rejected.
Some offer a lie, but acceptable.
Most shamelessly deny the rot themselves.
Most courageously admit mistakes themselves.
Most believe they can not do wrong.
Most of the spirited knight, said he could did wrong.
Most struggled to others.
Some of us fend for itself.
Most do not fight for anyone.
Some live to find the meaning.
Most live without meaning.
Some live lovingly.
Some live rancorous.
Most live in peace and neutrality.
Most holy act, however rotten.
Some were punks, but clean.
Some were intelligent, yet cunning.
Some seem dumb, but noble.
Most appear manly, but a coward.
Most appear weak, but keep principle.
Partly fled.
Partly take responsibility.
Partly take the risk.
Some, avoiding the risk, but be good at comment and blame those who take risks.
A portion of them, can only take, ask and beg.
Partly being fair and give.
Partly be the doer, alleged as victims.
Partly the victims, but never whining.
Partly the other humans, can be expected.
Partly walk without fatigue.
Partly busy complaining.
Partly seek their identity.
Partly like to watch fiction.
Partly simply be good at spread promise.
Partly the remaining human, spreading the ideology of hatred.
Justification themselves to fighting violence with violence louder.
Partly introduce the teachings of consciousness.
Against violence with tenderness.
Partly choose to hide in the dark so as not to be recognized.
Partly stood in the middle of the bright and manifest themselves.
Partly cowered.
Partly performed valiantly.
Partly busy to turn back the facts.
Partly uncover the truth as it is.
Partly wealthy.
Partly poor.
Partly ruling.
Some became slaves.
But whatever the human experience during life, all fixed downstream culminate in the same downstream, the ocean of death and rebirth.
Rich and poor, rulers and slaves, beautiful or ugly, from the mountains wherever they originate, all boils down to the same downstream.
Mixed up in the same ocean.
The same fate.
Sick, old, and died.
Trapped in a cycle that continues to spin without end.
Humans busy 24 hours a day.
7 days a week.
Run helter skelter.
hard work sweat of their brows.
The countless amount of tears we shed this life-long journey.
What is the purpose of all that?
Like writing on the sand are then swept waves.
Empty is full.
Full is empty.

© HERY SHIETRA Copyright.

Sebagian orang hidup mengejar kenikmatan.
Sebagian lagi menghabiskan hidupnya untuk bepergian mengelilingi dunia, berpikir bahwa dengan demikian akan terlepas dari jeratan derita.
Sebagian dari kita sibuk mengurus permasalahan orang lain.
Sebagian bahkan membuang-buang waktu dan hidup mereka.
Sebagian tidak cukup beruntung untuk sekedar memenuhi kebutuhan gizi.
Sebagian dengan lucunya merusak dan menyakiti dirinya.
Sebagian hidup hanya untuk melukai dan menyakiti makhluk lain.
Sebagian berkeyakinan berhak untuk mengambil hak orang lain untuk melangsungkan hidup.
Sebagian sisanya hidup hanya untuk bekerja.
Sebagaian dari mereka bangga dan puas dapat memupuk materi dengan mencuri.
Sebagian dari manusia merasa sudah terjamin masuk surga sehingga tidak mewaspadai perilaku mereka.
Sebagian lagi hidup hanya sekedar untuk menjalani hidup.
Sebagian membiarkan hidupnya mengalir seperti air.
Meski air secara alamiah bergerak ke bawah.
Sebagian berputar-putar dalam siklus tiada ujung pangkal dan tanpa akhir.
Sebagian berkutat dalam hutang.
Sebagian mengembangkan ketamakan untuk terus menggemukkan diri.
Sebagian menceburkan diri ke dalam pembenaran diri dan kebohongan.
Sebagian ironisnya hidup dalam identitas palsu.
Sebagian menindas orang lain dengan mengatasnamakan agama.
Sebagian merasa berhak merenggut kehidupan orang lain tanpa merasa bersalah.
Sebagian menangis karena kehilangan segalanya.
Sebagian tertawa karena merasakan manisnya karma, nasi basi belaka.
Sebagian gemar menanam karma baik.
Sebagian selebihnya giat menanam karma buruk.
Sebagian tidak tahu tujuan hidupnya.
Sebagian terobsesi dengan harapan dan cita-cita mereka.
Sebagian mengelabui diri dengan harapan palsu.
Sebagian mendorong diri menuju lembah kehancuran.
Sebagian dengan penuh semangat membodohi orang lain.
Sebagian mengenalkan standar moral baru, dimana yang benar dan yang salah menjadi terputar balik.
Sebagian bertahan.
Sebagian menyerang.
Sebagian status quo.
Sebagian membangun.
Sebagian merawat.
Sebagian menghancurkan dan meledakkan.
Sebagian menemukan ilmu pengetahuan dan kebenaran.
Sebagian mengemukakan kebenaran palsu.
Sebagian dijustifikasi dengan mengatasnamakan kitab suci, ideologi, dan tuhan mereka.
Sebagian menawarkan kejujuran dan fakta, namun ditolak.
Sebagian menawarkan kebohongan, namun diterima.
Sebagian tanpa malu memungkiri kebusukan diri.
Sebagian dengan berani mengakui kesalahan diri.
Sebagian meyakini dirinya tak dapat berbuat salah.
Sebagian dengan berjiwa ksatria menyatakan dirinya dapat salah.
Sebagian berjuang untuk orang lain.
Sebagian berjuang untuk dirinya sendiri.
Sebagian tidak berjuang untuk siapapun.
Sebagian hidup mencari makna.
Sebagian hidup tanpa makna.
Sebagian hidup penuh cinta.
Sebagian hidup dalam kebencian.
Sebagian hidup dalam kedamaian dan netralitas.
Sebagian bersikap suci, namun busuk.
Sebagian tampak berandal, namun bersih.
Sebagian tampak cerdas, namun licik.
Sebagian tampak dungu, namun berhati mulia.
Sebagian tampil jantan, namun pengecut.
Sebagian tampil lemah, namun memegang prinsip.
Sebagian melarikan diri.
Sebagian mengambil tanggung jawab.
Sebagian mengambil resiko.
Sebagian menghindari resiko, namun pandai berkomentar dan menyalahkan mereka yang mengambil resiko.
Sebagian hanya dapat mengambil, meminta, dan memohon.
Sebagian bersikap adil dan memberi.
Sebagian menjadi pelaku, mengaku sebagai korban.
Sebagian merupakan korban, namun tak pernah merengek.
Sebagian dapat diharapkan.
Sebagian berjalan tanpa letih.
Sebagian sibuk mengeluh.
Sebagian mencari jati diri.
Sebagian senang menonton cerita rekaan.
Sebagian hanya pandai menebar janji.
Sebagian lagi dari manusia, menebar ideologi kebencian.
Pembenaran diri untuk melawan kekerasan dengan kekerasan yang lebih keras.
Sebagian memperkenalkan ajaran kesadaran.
Melawan kekerasan dengan kelembutan.
Sebagian memilih bersembunyi dalam ruang gelap agar tak dikenali.
Sebagian berdiri di tengah terang-benderang dan menampakkan diri.
Sebagian bersembunyi ketakutan.
Sebagian tampil dengan gagah berani.
Sebagian sibuk memutar-balik fakta.
Sebagian mengungkap fakta apa adanya.
Sebagian kaya raya.
Sebagian miskin.
Sebagian menjadi penguasa.
Sebagian menjadi budak.
Namun apapun pengalaman manusia selama hidup, semua tetap berhilir pada hilir yang sama, samudera kematian dan kelahiran kembali.
Kaya dan mereka yang miskin, penguasa maupun budak, cantik atau buruk rupa,  dari gunung mana pun mereka berpangkal, semua bermuara pada hilir yang sama.
Bercampur baur dalam samudera yang sama.
Nasib yang sama.
Sakit, tua, dan meninggal.
Terjebak dalam siklus yang terus berputar tanpa berkesudahan.
Manusia sibuk 24 jam dalam sehari.
7 hari dalam seminggu.
Pontang panting.
Banting tulang.
Tidak terhitung lagi banyaknya air mata telah kita teteskan sepanjang perjalanan hidup ini.
Untuk apakah semua itu?
Bagai menulis diatas pasir yang kemudian tersapu ombak.
Kosong adalah penuh.
Penuh adalah kosong.