JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

Give a Touch on Your Heart

If we are not happy in this life,
So, we should not sacrifice other people's lives just for the happiness of our own lives,
Because other people have problems and anxieties of his own life.
If we are not happy in this life,
So let us not be jealous about happiness of other people's lives,
Because it could be, someone else has the problem behind their smiles and laughter.
If we are not rich of material possession in this life,
So should not envy the prosperity of other people's lives,
Because it could be the rich man will choose to swap all his property in order to recover from acute illness suffered.
If we do not have a charming and beautiful face in this life,
So it is not necessary to feel jealous about the beauty of other people's faces,
Because it could be that the person has sacrificed many things in his life to caring for and has a beautiful body.
If we do not have any intelligence in this life,
Thus it is inappropriate for us to hurt others,
Because it could be they are trying hard to have a variety of skills and intelligence.
If we did not have any luck in this life,
So still it is not well worth for us to steal the rights of others,
Because there may be people who now live in prosperity is built on the sweat and hard work throughout his life.
If we do not have people who love us sincerely, as it is in this life,
So no need to spoil the happiness of other people's lives,
Because it may be that others will bears greater misfortune than us in the future.
If we really do not have anything in this life,
So we do not need to focus on the external world,
But we need to start building relationships with ourselves,
And struggled with him until his last breath.
If we do not have anyone to rely on in this life,
So we still have ourselves,
Self-esteem of our own,
Integrity of ourselves,
Dignity and values of ourselves,
Determination at ourselves,
Confidence in at ourselves,
Honor at ourselves,
Expectations on ourselves.
And confidence in ourselves.
Everybody has problems and the suffering of their own lives.
When other people whom suffer from these,
Still be able to show a smile on their lips,
Sharing the warmth and kindness,
Why are we still just being maudlin and whining?
Be happy,
Anything that bad living conditions which this sucks,
Keep smiling and happy,
At least give happiness for yourself, by remaining show your smile to yourself.
Love yourself.

© HERY SHIETRA Copyright.

Bila kita tidak bahagia dalam hidup ini,
Maka janganlah kita korbankan hidup orang lain hanya demi kebahagiaan hidup kita sendiri,
Karena orang lain pun memiliki masalah dan kecemasan hidupnya sendiri.
Bila kita tidak bahagia dalam hidup ini,
Maka janganlah kita iri terhadap kebahagiaan hidup orang lain,
Karena bisa jadi, orang lain pun memiliki masalah dibalik senyum dan tawa riang mereka.
Bila kita tidak kaya akan materi dalam hidup ini,
Maka janganlah iri pada kemakmuran hidup orang lain,
Karena bisa jadi orang kaya tersebut akan memilih menukar segala harta miliknya agar dapat sembuh dari penyakit menahunnya.
Bila kita tidak memiliki wajah tampak atau cantik dalam hidup ini,
Maka tak perlulah kita merasa cemburu terhadap keelokan wajah orang lain,
Karena bisa jadi orang tersebut telah mengorbankan banyak hal dalam hidupnya demi merawat dan memiliki keindahan tubuhnya.
Bila kita tidak memiliki kecerdasan apapun dalam hidup ini,
Maka tidaklah pantas bagi kita untuk menyakiti orang lain,
Karena bisa jadi mereka berusaha keras untuk memiliki berbagai keterampilan dan kecerdasan.
Bila kita tidak memiliki keberuntungan dalam hidup ini,
Maka tetap saja tidak layak bagi kita untuk mencuri hak orang lain,
Karena mungkin saja orang yang kini hidup sejahtera dibangun atas keringat dan kerja keras sepanjang hidupnya.
Bila kita tidak memiliki orang-orang yang mencintai secara tulus diri kita apa adanya dalam hidup ini,
Maka tidaklah perlu kita merusak kebahagiaan hidup orang lain,
Karena bisa jadi orang lain pun akan memikul kemalangan yang lebih besar dari kita dikemudian hari.
Bila kita benar-benar tidak memiliki apapun dalam hidup ini,
Maka kita tidak perlu berfokus pada dunia luar diri kita,
Namun kita perlu mulai membangun relasi dengan diri kita sendiri,
Dan berjuang bersama dengannya hingga nafas terakhir.
Bila kita tidak memiliki siapapun untuk diandalkan dalam hidup ini,
Maka kita masih memiliki diri kita sendiri,
Harga diri kita sendiri,
Integritas diri kita sendiri,
Harkat dan martabat diri kita sendiri,
Kebulatan tekad diri kita sendiri,
Kepercayaan terhadap diri kita sendiri,
Kehormatan diri kita sendiri,
Harapan terhadap diri kita sendiri.
Dan keyakinan terhadap diri kita sendiri.
Semua orang memiliki masalah dan penderitaan hidup mereka masing-masing.
Bila orang lain yang menderita tersebut,
Masih tetap dapat menampilkan senyum dari bibirnya,
Membagikan kehangatan dan kebaikan hati,
Mengapa kita masih saja bersikap cengeng dan merengek?
Berbahagialah,
Sejelek apapun keadaan hidup yang menyebalkan ini,
Tetaplah tersenyum dan berbahagia,
Paling tidak berilah kebahagiaan bagi dirimu sendiri dengan tetap menampilkan senyum bagi dirimu sendiri.
Cintailah dirimu sendiri.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Entrapment of Life

Hopefully we are not imprisoned by the past,
The period which has passed and elapsed,
Without being able to go back to change what already happened.
Hopefully we are not imprisoned by the future,
The period which not already happend and uncertain,
Worrying about something that is not necessarily going to happen later, and that would not sure to happen.
Hopefully we are not imprisoned by our own ignorance,
Ignorance which disguised as a sense of self is always right,
Feeling that the self is always right, and can not possibly make a mistake that only deceive ourselves.
Hopefully we are not imprisoned by false hopes,
Hope that we believe will happen,
Although in the end will only bring disappointment for ourselves.
Hopefully we are not imprisoned by our own greed,
Greed may also make suffering people we love,
Greed will never know the word satisfied.
Hopefully we are not imprisoned by despair,
Despair is harder than any poison,
Making a living hell world.
Hopefully we are not imprisoned by worldly pleasures,
Intoxicating pleasures,
Delighted, but at the same time our necks shackles tighter so we were not able to be separated from it and always depend on it.
Hopefully we are not imprisoned by fear,
The fear that haunts every step of our own life journey,
Fears result of our own bad deeds.
Hopefully we are not imprisoned by darkness,
Feeling unable to get out and can not be freed from the dark world,
Felt inappropriate to stand on a bright world.
Hopefully we are not imprisoned with any lies,
The series of lies that we create ourselves,
And becoming more entangled in the endless series of lies.
Hopefully we are not imprisoned by the job,
Considers that life is to work,
Instead of working for a living.
Like living mud which lock you up,
Swallowing you deeper and deeper,
Drowning yourself in horrible,
Towards a scary underground world,
Until finally no longer point to turn back.
Before it is too late,
We still have the opportunity which may not to be wasted.
Let us not wait for it's time, where we can only regret this life.
The remorse of life that has no cure.
May we no longer trapped and imprisoned in a cycle of samsara,
The cycle that is everlasting,
Born,
Getting older,
Died,
And reborn,
Repeat and re-repeat life,
Without exhausted,
Just to go back died,
And so it goes like a circle, without any tip of the base and without an ending point.
In the past, we might have made a lot of mistakes that we regret later. Or conversely, regret not doing something we should try to do.
It is true, there is no cure for a regret. But we live in the present, history can not be removed, just as sin which no longer possible to doubt or hope that those sins be abolished.
While by life in the future, we are bound by obsession. Obsession makes us no longer present today, not satisfied with what exists today, and always demand many things.
Or maybe vice versa, life is full of fear due to uncertainty about the future, or the fear that something will happen even though it is not necessarily true will occur.
Our bodies may be in this place, but our mind could be were staring far off into the past or into the future. Is modern-day life so painful so that we tend to live in the past or in the future?
There are also those whom immerse themselves in a variety of evil deeds, not ashamed of his actions, is also not afraid of the consequences of bad deeds.
There is also stuck in the routine of life, wake up, go to school or go to work, eat, stuck in the urban congestion, go home, shower, sleep, and wake up only to return back to repeat the same routine.


© HERY SHIETRA Copyright.

Semoga kita tidak terpenjara oleh masa lalu,
Masa yang telah lewat dan berlalu,
Tanpa dapat kembali untuk merubah apa yang sudah terjadi.
Semoga kita tidak terpenjara oleh masa depan,
Masa yang belum pernah terjadi dan belum pasti,
Mencemaskan apa yang belum tentu terjadi dan yang tidak pasti akan terjadi.
Semoga kita tidak terpenjara oleh kebodohan batin kita sendiri,
Kebodohan batin yang menyaru sebagai rasa selalu benar,
Rasa selalu benar dan tidak mungkin dapat berbuat keliru yang hanya mengecoh diri kita sendiri.
Semoga kita tidak terpenjara oleh harapan semu,
Harapan yang kita yakini akan terjadi,
Meski pada akhirnya hanya akan membawa kekecewaan bagi diri kita sendiri.
Semoga kita tidak terpenjara oleh ketamakan diri,
Ketamakan yang mungkin juga akan membuat derita orang-orang yang kita kasihi,
Ketamakan yang tidak akan pernah mengenal kata puas.
Semoga kita tidak terpenjara oleh keputusasaan,
Keputusasaan yang lebih keras dari racun manapun,
Membuat hidup bagai neraka dunia.
Semoga kita tidak terpenjara oleh kenikmatan duniawi,
Kenikmatan yang melenakan,
Menggembirakan disaat bersamaan membelenggu leher kita lebih erat lagi sehingga kita tidak mampu terlepas darinya dan selalu bergantung padanya.
Semoga kita tidak terpenjara oleh ketakutan,
Ketakutan yang menghantui setiap langkah perjalanan hidup kita,
Ketakutan akibat dari perbuatan-perbuatan buruk diri kita sendiri.
Semoga kita tidak terpenjara oleh kegelapan,
Merasa tidak mampu keluar dan terbebas dari dunia gelap,
Merasa dirinya tidak patut untuk berdiri diatas dunia yang terang-benderang.
Semoga kita tidak terpenjara oleh kebohongan,
Rangkaian kebohongan yang kita karang sendiri,
Dan kian terjerat lebih dalam pada rangkaian kebohongan yang tiada akhir.
Semoga kita tidak terpenjara oleh pekerjaan,
Memandang bahwa hidup adalah untuk bekerja,
Bukan bekerja untuk hidup.
Bagai lumpur hidup yang menyekapmu,
Menghisapmu lebih dalam dan lebih dalam lagi,
Menenggelamkan dirimu dengan mengerikan,
Menuju dunia bawah tanah yang menakutkan,
Sampai akhirnya tiada lagi titik untuk berputar balik.
Sebelum semuanya terlambat,
Kita masih memiliki kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.
Janganlah kita tunggu tiba pada waktunya kita hanya dapat menyesali hidup.
Penyeaalan hidup yang tidak ada obatnya.
Semoga kita tidak lagi terjebak dan terpenjara dalam lingkaran samsara,
Siklus yang tiada berkesudahan,
Lahir,
Menjadi tua,
Meninggal,
Dan terlahir kembali,
Mengulang-ngulang kehidupan,
Tanpa letih,
Hanya untuk kembali meninggal,
Dan begitu seterusnya bagai lingkaran tanpa ujung pangkal dan tanpa ujung akhir.
Dimasa lampau, mungkin saja diri kita telah melakukan banyak kesalahan yang kemudian kita sesali. Atau sebaliknya, menyesali karena tidak melakukan sesuatu yang semestinya kita coba kerjakan.
Memang benar, tiada obat untuk sebuah penyesalan. Namun kita hidup di masa kini, sejarah tidak dapat dihapus, sama seperti dosa yang tidak lagi mungkin untuk dipungkiri ataupun berharap agar dosa-dosa itu dihapuskan.
Sementara dengan hidup di masa depan, kita terbelenggu oleh obsesi. Obsesi membuat kita tidak lagi hadir pada masa kini, tidak puas terhadap apa yang ada saat ini, dan selalu menuntut banyak hal.
Atau mungkin sebaliknya, hidup penuh ketakutan akibat ketidakpastian masa depan, atau ketakutan sesuatu akan terjadi meski hal tersebut belum tentu benar akan terjadi.
Tubuh kita bisa jadi berada di tempat ini, namun pikiran kita bisa jadi sedang menerawang jauh ke masa lampau atau ke masa depan. Apakah kehidupan amsa kini begitu menyakitkan sehingga kita cenderung hidup di masa lampau atau di masa depan?
Ada juga mereka yang menenggelamkan diri dalam berbagai perbuatan jahat, tidak malu atas perbuatannya, juga tidak takut akan akibat dari perbuatan-perbuatan buruknya.
Ada juga yang terjebak dalam rutinitas kehidupan, bangun tidur, pergi sekolah atau pergi bekerja, makan, terjebak dalam kemacetan kota, pulang, mandi, tidur, dan kembali bangun hanya untuk kembali mengulangi rutinitas yang sama.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Perfect Condition

This world will never give us a perfect condition,
So we do not need to wait for things that will never come,
Time and the world continues to spin,
Without ever waiting for us.
We need not give false hope in ourselves.
The perfect moment should we create ourselves.
Sourced from the heart and soul of our own deepest oneself.
A road that we need to go and search for ourselves.
Like the coolness of life is not obtained from the external world,
But the shade of live rooted in the deepest heart ourselves.
This world is not generous enough to us to indicate which way we need to take and go.
We need to guide and educate ourselves,
Empower and maturing ourselves.
Just like a baby who is born,
Would not be smart by itself.
Similarly with every condition of circumstances,
He needs special treatment in order to be good,
Through the struggle.
Each new person will grow up to be intelligent,
When someone fills his life with selftraining and learning process,
Through exploration and experimentation of life,
Sometimes successfully,
Sometimes it can also fail.
Endeavor give us strength,
The strength that previously unimaginable by ourselves,
The power to choose,
Whatever the outcomes,
Whatever the current condition.
Struggles did not know the terms.
Easy conditions and difficult conditions,
Resolute struggle will not be stopped just because it encountered a thick wall spanned in front of him.
One does not need to be smart in advance to can learn something.
Every achievement requires a continuous process.
Precisely through this painful process, in that span of learning period,
Only then, we will be able to obtain intelligence and self improvement.
Why do we always postpone? What are we waiting for? Have we encountered conditions and situations that really ideal for us to start something?
Yes, the struggle is painful. But once they are done with all your heart, we will be through and let it run delightful. Enjoy the process.
We need not be discouraged. No, and there never will be a perfect condition. Ourselves that should create ideal conditions and suitable for ourselves. Being independent and powerless, does not need to be subject to the conditions and situations that will never move based on what we've been waiting.
What else are you waiting for? Kick your own ass if you still difficult to be moved. Even an animal is never always ask to be fed throughout its life.


© HERY SHIETRA Copyright.

Dunia ini takkan pernah memberi kita keadaan yang sempurna,
Jadi kita tak perlu menunggu hal-hal yang tidak akan pernah kunjung tiba,
Dan waktu serta dunia terus berputar,
tanpa pernah menunggu kita.
Tak perlu kita beri harapan semu pada diri kita sendiri.
Momen yang sempurna perlu kita ciptakan sendiri.
Bersumber dari dalam hati dan jiwa terdalam diri kita sendiri.
Sebuah jalan yang perlu kita buka dan telusuri sendiri.
Bagaikan kesejukan hidup bukan di dapatkan dari dunia luar diri kita,
Namun keteduhan hidup bersumber pada sanubari terdalam diri kita sendiri.
Dunia ini tidak cukup berbaik hati pada diri kita untuk menunjukkan jalan mana untuk kita tempuh dan tuju.
Kita perlu untuk membimbing dan mendidik diri kita sendiri,
Memberdayakan dan mendewasakan diri kita sendiri.
Sama seperti seorang bayi yang terlahir,
Tidak akan menjadi cerdas secara sendirinya.
Begitupula dengan sebuah kondisi keadaan,
Ia perlu perlakuan khusus agar menjadi baik,
Lewat perjuangan.
Setiap orang baru akan bertumbuh dewasa dengan cerdas,
Ketika dirinya mengisi hidupnya dengan proses latihan diri dan pembelajaran,
Lewat eksplorasi dan eksperimen hidup,
Kadang berhasil,
Terkadang juga bisa gagal.
Berupaya memberi kita kekuatan,
Kekuatan yang tak pernah terbayangkan oleh diri kita sebelumnya,
Kekuatan untuk memilih,
Apapun hasilnya nanti,
Apapun kondisinya saat ini.
Perjuangan tidak mengenal syarat.
Kondisi mudah maupun kondisi sukar,
Perjuangan yang penuh tekad tidak akan terhenti hanya karena menemui tembok tebal membentang di depannya.
Seseorang tidak perlu menjadi cerdas terlebih dahulu untuk dapat belajar sesuatu.
Segala sesuatu pencapaian membutuhkan proses yang berkesinambungan.
Justru lewat proses yang menyakitkan dalam masa pembelajaran itulah,
Kita baru dapat memperoleh kecerdasan dan peningkatan diri.

Mengapa kita selalu menunda? Apa yan sedang kita tunggu? Pernahkan kita jumpai suatu kondisi dan situasi yang benar-benar ideal bagi kita untuk baru mau untuk memulai sesuatu?
Perjuangan adalah menyakitkan. Namun perjuangan yang dilakukan dengan sepenuh hati, akan dapat kita lalui dan jalankan secara menyenangkan. Nikmatilah prosesnya.
Kita tidak perlu berkecil hati. Tidak ada dan tidak akan pernah ada kondisi yang sempurna. Diri kita sendirilah yang harus menciptakan kondisi yang ideal dan cocok bagi diri kita sendiri. Menjadi mandiri dan berdaya, tidak tunduk pada kondisi dan situasi yang tidak akan pernah bergerak sesuai apa yang kita tunggu-tunggu.
Apa lagi yang sedang kau tunggu? Tendanglah bokongmu sendiri jika kau masih sukar untuk digerakkan. Bahkan seekor hewan tidak pernah selalu minta untuk disuapkan sepanjang hayat hidupnya.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Do Not Wither and Fall Off Before Its Time

There were middle-aged men and women,
But youthful,
Always appeared energetic and enthusiastically in all forms of their life,
Full of adventure and full of interest.
Their eyes are always glowing and emitting an aura of youthfulness.
Passionate and always ready about every challenges and adventure of life,
But still with an attitude of humility and wisdom.
It's inspiring for young people.
As if their power will never be exhausted to deployed.
But I knew they was trying with all their power to remain show up full of smiles and never complained or demanded any special treatment.
Giving younger generations a legacy at the form of life and continue to emit light.
O youth,
We must be ashamed of our seniors, the older folk.
We are still very young but always discouraged,
Running out of fighting spirit,
Even have withered before they could bloom.
Still has great power and solid-bodied,
However always complaining and kept complaining,
Even easier to give up and lackluster.
Being able to walk upright and ran nimbly,
However fear of feeling tired to walk with their own feet.
Still young but behave like an aging parent.
Bodied young but spirited wither.
Having a fresh brain but senile and dulled.
Being weak against ourselves will only make ourselves as a whiny miserable younger generation.
This body may be young,
However we must continue to ensure that we keep the soul and mind young and fit.
Many of us,
The younger generation,
Ruin their own souls and minds to become porous.
Sometimes,
In a cross-generational relationships,
A fitness and mental youthfulness, is more important than the age of our body.
Treat and always train our body and mind properly,
By simply giving the body food intake and mind food, which is proper and healthy.
Thus we should take care of and carry ourselves.
Do not wither and fall off before its time.

This poem was written for young people to be able motivate and inspire themselves. Modern age have demands and burden which much heavier than the generation before us. Maybe the younger generation of modern era less fortunate enough to be born in this century, full of chaos, although the sophistication of technologies offers every luxury things that never belonged to the previous generation.
Competition of life becoming loudly, rampant crime, high levels of self-destruction of the urban to the executive officer, a frustrating mobility, natural resources damaged, access to education and jobs are becoming limited, to the various bizzare customs and cultures, spread throughout over the world like a virus infecting young people of all ages.
If the older generation does not want and can not afford to give guidance, at least the older generation provides a living example for younger people. Exemplary life that be able in the form of patient attitude, strong, tough, dependable, honest, and compassionate. This legacy of the older generation is the most needed by the younger generation.
Writing or reading poetry, can be a medium or a means of self-therapy in the middle of whipping live, which makes us bored, fear, anxiety, despair, anger, anxiety, panic, and feeling vulnerable without power.


© HERY SHIETRA Copyright.

Ada pria dan wanita paruh baya,
Namun berjiwa muda,
Selalu tampil energetik dan bersemangat dalam segala bentuk kehidupannya,
Penuh antuasias dan penuh minat.
Sinar mata mereka selalu bersinar-sinar dan memancarkan aura jiwa muda.
Penuh gairah dan selalu siap akan segala sesuatu tantangan serta pertualangan hidup,
Tetap dengan penuh kerendahan hati dan kebijaksanaan.
Sungguh memberi inspirasi bagi kaum muda.
Seakan tenaga mereka tidak akan habis untuk dikerahkan.
Namun aku tahu dirinya telah berusaha sepenuh daya untuk tetap tampil penuh senyum dan tiada pernah mengeluh ataupun menuntut perlakuan khusus.
Memberi warisan pada generasi muda berupa semangat hidup dan terus memancarkan cahaya.
Wahai kaum muda,
Kita harus malu terhadap para senior kita para kaum tua.
Kita masih sangat muda namun selalu patah semangat,
Kehilangan daya juang,
Bahkan sudah layu sebelum mekar.
Masih memiliki tenaga yang besar dan bertubuh padat,
Namun selalu mengeluh dan berkeluh-kesah,
Bahkan mudah menyerah dan loyo.
Mampu berjalan tegak dan berlari dengan lincah,
Namun takut merasa letih untuk berjalan dengan kaki mereka sendiri.
Masih muda namun bersikap seperti orang tua yang sudah uzur.
Tubuh muda namun berjiwa layu.
Memiliki otak yang segar namun sudah pikun dan tumpul.
Bersikap lemah terhadap diri kita sendiri hanya akan menjadikan diri kita generasi muda yang cengeng dan menyedihkan.
Tubuh kita ini mungkin saja muda,
Namun kita pun harus terus memastikan agar jiwa dan pikiran kita senantiasa muda dan bugar.
Banyak diantara kita,
Para generasi muda,
Merusak jiwa dan pikiran mereka sendiri sehingga menjadi keropos.
Terkadang,
Dalam hubungan lintas generasi,
Kebugaran dan kemudaan mental lebih penting ketimbang umur dari tubuh kita.
Rawat dan bugarkanlah selalu tubuh dan batin kita dengan baik,
Dengan hanya memberi asupan makanan tubuh dan makanan pikiran yang baik dan sehat.
Demikianlah seharusnya kita merawat dan membawa diri kita.
Janganlah layu dan rontok sebelum waktunya.


Puisi ini ditulis bagi generasi muda untuk dapat memotivasi dan menginspirasi dirinya sendiri. Zaman modern memiliki tuntutan serta beban yang jauh lebih besar dari para generasi pendahulu kita. Mungkin generasi muda zaman modern kurang cukup beruntung dapat terlahir pada abad penuh kekacauan ini, meski kecanggihan teknologi menawarkan apa yang tidak pernah dimiliki para generasi sebelumnya.
Persaingan hidup kian keras, kejahatan merajalela, tingginya tingkat pembunuhan diri para kaum urban hingga para eksekutif kantoran, mobilitas yang membuat frustasi, sumber daya alam yang rusak, akses pendidikan dan pekerjaan yang kian sempit, hingga berbagai kebiasaan dan budaya aneh yang menyebar seperti virus menjangkiti kaum muda dari segala umur.
Bila generasi tua tidak mau dan tidak mampu untuk memberi bimbingan, setidaknya para generasi tua ini memberi teladan hidup bagi kaum muda. Teladan hidup yang dapat berupa sikap penyabar, tegar, tangguh, teguh, jujur, dan penuh welas asih. Inilah warisan generasi tua yang paling dibutuhkan oleh generasi muda.
Menulis ataupun membaca puisi, dapat menjadi medium atau sarana terapi diri di tengah deraan hidup yang membuat diri kita jenuh, takut, cemas, putus asa, marah, gelisah, panik, serta perasaan rapuh tanpa daya.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.