JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

Don't Want To Be Fooled, But Deceiving. Tidak Mau Tertipu, Namun Menipu

Not too ironic,
The maxim saying, the mice die of starvation in warehouses hoarding grain.
That is just a saying,
Because there were never mice that died of starvation in the wheat barn.
But it is more ironic and truly ridiculous,
When the shop owner sells health medicine,
Get sick,
Even though he will never lack the supply of medicines he sells.
But more sadly,
Those who work as teachers,
But failed to care for children in their own household,
Can only be spectators who watched their children grow up to be punks useless.
But it turns out there are more satirical ones,
When a doctor actually has an unhealthy lifestyle,
Even though he has the duty to treat and prevent diseases of his patients,
But it fails to prevent illness for itself.
He knows, but still damages himself.
Maybe he thought,
Himself is a doctor,
So that it can treat itself later,
When he really fell ill in the end.
But,
These are all satirical assumptions.
Also did not an educate attitude at all.
A teacher and a doctor,
First, it is necessary to set an example for students and their patients.
Nevertheless,
There are also people who are more ironic,
Namely politicians who actually openly display examples of life that are full of cheating,
Displaying himself who is not at all handsome, in public,
Through the television spotlight witnessed by millions of residents,
Even feel proud,
Become a corruptor.
As if,
There are not enough corruptors in this country.
As if,
There are not enough numbers of prison inmates, who are overcrowded with small prison cells.
The rotten politician is still joking and making jokes,
When he was arrested by the police,
That, for what is a prison built, if it is not filled with residents of cold and narrow prison cells?
For him, it is a waste of state finances when prison cells empty of occupants.
So, the politician voluntarily included himself as a prisoner,
Being a prisoner,
Prisoners who can still smile proudly,
With his stupid face,
Because with that, at the same time he became a celebrity covered by many mass media.
Isn't that crazy?
At least for us,
But apparently not for them.
Yes, you are right, everyone has their own purpose in life,
Their own dreams, idealism, and crazy ideals.
Actually a lot of madness is out there,
Which we can meet with our own eyes.
Police who should eradicate crime,
It becomes the perpetrator of the crime itself.
Judge who should judge,
It is precisely more appropriate that the judge himself is the one who needs the most trial.
Parents who should give life to their children,
Instead eat, kill, and sacrifice the lives and future of their own children.
There are not a few types of people we have met,
Don't want to be cheated,
However fond of deceiving.
Don't want to be hurt,
But they often hurt others.
Isn't that crazy?
Apparently, a sane attitude is a rare thing in this era.
It's better not to be anyone and just be a boring human,
Instead of having to be famous,
That is known as a corrupt scoundrel rascal.

© HERY SHIETRA Copyright.

Hery Shietra Content Writer
Image by RIANA SHIETRA Copyright

Tidaklah terlampau ironis,
Pepatah yang mengatakan, tikus mati kelaparan di gudang penimbunan gandum.
Itu hanyalah sebuah pepatah,
Karena tidak pernah ada tikus yang mati kelaparan di gudang gandum.
Namun adalah lebih ironis dan benar-benar menggelikan,
Ketika pemilik toko penjualan obat kesehatan,
Menderita sakit,
Padahal dirinya tidak akan pernah kekurangan pasokan obat-obatan yang ia jual.
Akan tetapi yang lebih menyedihkan,
Ialah mereka yang berprofesi sebagai guru,
Namun gagal mengasuh anak-anak dalam rumah tangganya sendiri,
Hanya dapat menjadi penonton yang menyaksikan anak-anaknya tumbuh menjadi berandal tak berguna.
Namun ternyata terdapat yang lebih satir,
Ketika seorang dokter justru memiliki pola hidup tidak sehat,
Sekalipun dirinya memiliki tugas untuk mengobati dan mencegah penyakit para pasiennya,
Akan tetapi gagal untuk mencegah penyakit bagi dirinya sendiri.
Ia tahu, namun tetap saja merusak dirinya sendiri.
Mungkin dia pikir,
Dirinya adalah seorang dokter,
Sehingga dapat mengobati dirinya sendiri nantinya,
Pada saat dirinya benar-benar jatuh sakit pada akhirnya.
Tapi,
Itu semua adalah asumsi yang satir.
Juga sama sekali tidak mendidik.
Seorang guru dan seorang dokter,
Terlebih dahulu perlu memberi teladan bagi para murid dan para pasien mereka.
Meski demikian,
Terdapat juga orang-orang yang lebih ironis,
Yakni para politikus yang justru secara terang-terangan menampilkan contoh hidup yang penuh kecurangan,
Mempertontonkan diri di hadapan publik,
Lewat sorotan televisi yang disaksikan jutaan penduduk,
Bahkan merasa bangga,
Menjadi seorang koruptor.
Seakan,
Belum cukup ada banyak koruptor di negeri ini.
Seakan,
Belum cukup padat narapidana penghuni penjara yang penuh sesak menjejelali sel-sel kecil penjara.
Politikus busuk itu tetap saja melucu dan melontarkan lelucon,
Saat dirinya ditangkap polisi,
Bahwa untuk apakah penjara dibangun, bila tidak diisi oleh penghuni sel penjara yang dingin dan sempit itu?
Baginya, adalah pemborosan keuangan negara bila sel-sel penjara kosong dari penghuni.
Maka, sang politikus secara sukarela memasukkan dirinya sendiri sebagai penghuni penjara,
Menjadi narapidana,
Narapidana yang masih dapat tersenyum bangga,
Dengan wajah bodohnya,
Karena dengan itu, sekaligus juga dirinya menjadi selebritis yang diliput banyak media massa.
Bukankah itu sinting?
Setidaknya bagi kita,
Namun ternyata tidak bagi mereka.
Ya, kau betul, setiap orang punya tujuan hidupnya sendiri,
Impian serta ideal dan cita-citanya sendiri.
Sebenarnya banyak kegilaan di luar sana,
Yang dapat kita jumpai dengan mata kita sendiri.
Polisi yang semestinya memberantas kejahatan,
Justru menjadi pelaku kejahatan itu sendiri.
Hakim yang semestinya mengadili,
Justru lebih tepat bila diri sang hakim yang itu sendiri yang paling perlu diadili.
Orangtua yang semestinya memberi kehidupan pada anak-anak mereka,
Justru memakan, mematikan, dan mengorbankan kehidupan dan masa depan anak-anak mereka sendiri.
Tidak sedikit juga jenis-jenis orang yang pernah kita jumpai,
Tidak mau ditipu,
Namun gemar menipu.
Tidak mau disakiti,
Namun suka menyakiti.
Bukankah itu gila?
Ternyata, sikap waras adalah hal yang langka di zaman ini.
Lebih baik tidak menjadi siapa-siapa dan hanya menjadi manusia biasa yang membosankan,
Daripada harus menjadi terkenal,
Yaitu dikenal sebagai bajingan berandal korup.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Still Have a Young Soul. Tetap Berjiwa Muda

Young soul,
That's what we might need to learn and imitate children who are still toddlers.
Enthusiasm,
Curiosity,
Bravery,
Vigorously,
Full of excitement,
Cheerfulness
Expressive,
Fun,
Friendly,
Mutual sharing,
Innocence,
Complete with all its ridiculousness.
Adult humans do not lack strength or power,
But the joy of adult life is like a dim star,
No longer emitting an aura of joy,
Especially the expression of childish innocence.
Being innocent and as is,
Open to all possibilities,
Soul wants to adventure,
Full of self confidence,
Never discouraged,
Not feeling scared,
Courage to deal with everything,
And pure honesty.
It's not just the toddler who can't keep quiet and keep running around,
Who gets excited and inspired,
Adults who witnessed that passionate attitude,
Will also feel enthusiasm.
Really, cheerfulness and enthusiasm can be contagious.
That is why,
We need to learn a lot from those little boys.
So that we remain young at heart.
It's not just our physical being who can grow old,
Or even older than we should be,
But our souls can become muddled and age faster,
When we lose enthusiasm and no longer have enthusiasm in life.
No matter if it fails and falls too many times,
The boy will rise again,
Smile with his face without burden,
And come back with the story running around and chasing whatever the toddler sees.
How many times did he fall,
He will rise again and smile proudly.
That's what distinguishes us,
Adult humans,
And those little toddlers.
Whether they are stupid,
Or are we the ones who are actually the most stupid and weak.
Maybe you will ask,
How to grow the same enthusiasm with the toddlers?
Turn on the light of curiosity in our hearts,
That's the way.

© HERY SHIETRA Copyright.



Berjiwa muda,
Itulah yang mungkin perlu kita pelajari dan tiru dari anak-anak yang masih berusia balita.
Antusiasme,
Rasa ingin tahu,
Keberanian,
Penuh semangat,
Penuh kegembiraan,
Keceriaan,
Ekspresif,
Menyenangkan,
Penuh persahabatan,
Saling berbagi,
Kepolosan,
Lengkap dengan segala kekonyololannya.
Manusia dewasa tidak kekurangan kekuatan maupun kekuasaan,
Namun keceriaan hidup kaum dewasa bagai bintang yang meredup,
Tidak lagi memancarkan aura keceriaan,
Terlebih kepolosan kekanakan.
Bersikap lugu dan apa adanya,
Terbuka terhadap semua kemungkinan,
Jiwa ingin berpetualang,
Penuh keyakinan diri,
Tidak pernah patah semangat,
Tidak merasa takut,
Keberanian untuk menghadapi segala sesuatunya,
Dan sikap jujur yang murni.
Bukan hanya si bocah yang tidak bisa diam dan terus berlarian itulah,
Yang mendapat semangat dan terinspirasi,
Orang-orang dewasa yang menyaksikan sikap penuh semangat itu,
Akan turut merasakan antusiasme.
Sungguh, keceriaan dan antusiame dapat menular.
Itulah sebabnya,
Kita perlu banyak belajar dari bocah-bocah kecil itu.
Agar kita tetap berjiwa muda.
Bukan hanya fisik kita yang dapat menjadi tua,
Atau bahkan lebih tua dari umur kita yang semestinya,
Namun jiwa kita pun dapat menjadi musam dan menua dengan lebih cepat,
Ketika kita kehilangan semangat dan tidak lagi memiliki antusiasme dalam hidup.
Tidak perduli gagal dan jatuh berapi kali pun,
Si bocah akan kembali bangkit,
Tersenyum dengan wajahnya yang tanpa beban,
Dan kembali dengan cerita berlarian dan mengejar apapun yang lihatnya.
Berapa kali pun ia jatuh,
Ia akan kembali bangkit dan tersenyum bangga.
Itulah yang membedakan antara kita,
Para manusia dewasa,
Dan para bocah-bocah kecil berusia balita itu.
Entah apakah mereka yang bodoh,
Ataukah kita yang sebetulnya bodoh dan lemah.
Mungkin engkau akan bertanya,
Bagaimana cara menumbuhkan antusiasme yang sama dengan para balita itu?
Hidupkan terus cahaya rasa ingin tahu dalam hati kita,
Itulah caranya.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Full of Love by Understanding. Cinta Kasih dengan Penuh Pengertian.

When I was young and still in elementary school,
Our family has a dog that is very tame, not naughty, obedient, and very loyal.
But poor,
As a result of very old age,
Our dog's hairs, many of which fall out, resemble a dog with a skin disease.
The neighbors looked disgusted, towards our poor dog.
Why are many humans unable to think wisely?
All beings, including animals, are no exception to humans,
Can enter old age,
Where the fur or hair will start to turn white,
And fall out.
Even living things like trees,
Can molt where the leaves will fall.
Every day we can find people who are old,
In the condition of a head that has been bald due to their hair falling out one by one.
Why if humans who become bald due to hair loss enter their old age,
Regarded as something natural,
But an animal equally unfortunately,
Can not be understood by us, their condition and age?
Why are we so cruel to creatures from the animal world?
We need to start the habit of developing love for any creature,
Including the animals.
Even an animal,
Have a feeling of fear,
Can feel sick,
And want to live happily and want to live free from suffering.
Even though our dog has long died,
But the memories he left behind remain imprinted on our memories,
Even after decades ago I am now an adult.
Why I have just realized,
That our dog is not suffering from a skin disease, but because of old age?
Not long ago I crossed a road on foot,
And watch a cat walk near me,
In a skin condition that also looks like my dog's skin condition,
The feathers have experienced hair loss.
Conclusions that we can draw,
It is that is a natural,
Physical signs begin to age according to their age, or affected by skin disease.
Unfortunately, animals are not able to speak to make people want to understand their condition.
Only by making ourselves wise,
We will then be able to understand, the feelings and conditions of these poor animals.
Humans can also get skin diseases, not just animals.
© HERY SHIETRA Copyright.

Hery Shietra Konsultan Hukum
Image by RIANA SHIETRA Copyright


Ketika usiaku masih kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar,
Keluarga kami memiliki seekor anjing yang sangat jinak, tidak nakal, patuh, dan sangat setia.
Namun malang,
Akibat usia yang sudah sangat tua,
Bulu-bulu anjing kami banyak yang rontok sehingga menyerupai seekor anjing dengan penyakit kulit.
Para tetangga memandang jijik terhadap anjing kami yang malang itu.
Mengapa banyak manusia yang tidak mampu berpikir secara bijaksana?
Semua makhluk, termasuk hewan, tidak terkecuali manusia,
Dapat memasuki usia tua,
Dimana bulu-bulu dan rambut akan mulai memutih,
Dan rontok.
Bahkan makhluk hidup seperti pepohonan sekalipun,
Dapat meranggas dimana daun-daunnya akan berguguran.
Setiap harinya kita dapat menjumpai orang yang sudah berusia tua,
Dalam kondisi kepala yang sudah botak akibat rambut-rambut mereka rontok satu per satu.
Mengapa bila manusia yang menjadi botak akibat rambut rontok memasuki usia tuanya,
Dianggap sebagai suatu kewajaran,
Namun seekor hewan sama malangnya,
Tidak dapat kita mengerti kondisi dan usia mereka?
Mengapa kita begitu kejam terhadap makhluk-makhluk dari dunia hewan?
Kita perlu memulai kebiasaan untuk mengembangkan cinta kasih kepada para makhluk manapun,
Termasuk kepada para hewan.
Seekor hewan sekalipun,
Memiliki perasaan takut,
Dapat merasa sakit,
Dan ingin hidup gembira dan ingin hidup bebas dari derita.
Sekalipun anjing kami tersebut telah lama meninggal,
Namun kenangan yang ditinggalkannya tetap membekas pada ingatan kami,
Bahkan setelah berselang puluhan tahun hingga aku kini dewasa.
Mengapa aku kini baru menyadari,
Bahwa anjing kami tersebut bukanlah menderita penyakit kulit, namun karena faktor usia tua?
Belum lama ini aku melintasi sebuah jalan dengan berjalan kaki,
Dan menyaksikan seekor kucing berjalan di dekatku,
Dalam kondisi kulit yang juga tampak seperti kondisi kulit anjingku,
Bulu-bulunya telah mengalami kerontokan.
Kesimpulan yang dapat kita tarik,
Ialah bahwa adalah suatu kewajaran,
Tanda-tanda fisik yang mulai menua sesuai dengan usia mereka, atau terkena penyakit kulit.
Sayangnya, hewan tidak mampu berbicara untuk membuat manusia mau mengerti kondisi mereka.
Hanya dengan cara membuat diri kita sendiri bijaksanalah,
Kita baru akan mampu memahami perasaan dan kondisi hewan-hewan malang tersebut. Manusia, juga bisa kena penyakit kulit, bukan hanya hewan.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.