JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

That is no Reason for Us to Justify Ourselves

There is someone who is really busy,
But there are also many people who make themselves look as if they are busy.
There is also the opposite,
Seemed not to have busy,
But his daily life is full of productive and innovative activities.
Hard work does not have to be shown through the show-off.
Someone who is really busy,
Can work in silence that does not sound noisy.
There is someone who is noble and generous,
But there are also among us who simply display the image as a person who likes to give, just for the sake of getting flattery from the public.
In addition there are also people who look stingy and individualistic,
But his life is full of honesty,
Never hurt anyone,
And without much self-indulgence, devote his energy, thought, and material without expecting praise.
There is someone who is really smart,
But not a few people who look intellect, holding a bachelor, but the contents of his mind just about the ways to deceive others.
There is also a visible opposite,
The person looked incredibly stupid,
But behind that stupid face is hidden a brilliant intelligence that can not be matched by most people.
People who are truly intelligent,
It will not bother other people's disparaging opinions.
There is someone who actually has incredible mental powers,
Despite having a weak physical form.
But who needs a physical as big as a giant, but the mind is as small as an ant?
There's someone who looks like has a concern for you,
But in fact he has a hidden motive agenda to harm your life's salvation for his personal interests.
There are a handful of people who struggle as hard as they can to avoid bad deeds,
Yet many more than mankind are preoccupied with seeking forgiveness of sins.
There is a kind of people who are mouthed,
But every speech that comes out his mouth never contains lies or dishonesty.
Instead,
More we can meet people who are good at mouth,
But keep the poison behind his tongue.
There is an ugly-faced human type,
But has a heart full of beauty.
But many are not only a bad face,
But also manipulative character,
That is no less bad with his face.
Every human being has a free will to choose,
But why for the things we can actually choose as part of our lives,
Fall on a choice that is not at all superior.
The face shape is part of the genetic birth that we carry from birth without being able to change.
But regarding the nature and style of the soul,
Can we form ourselves as a self character.
If we can choose to be an honest person,
Why then many of us, who grow up to be human fraudsters?
The real foul-hearted man is a coward,
Not dare to face the bitterness of life,
So for the sake of making his own stomach,
He robs someone else's food.
Life is full of suffering,
But that is no reason for us to justify ourselves.

© HERY SHIETRA Copyright.

Ada seseorang yang benar-benar sibuk,
Namun banyak juga orang-orang yang membuat dirinya tampak seolah-olah sibuk luar biasa.
Ada pula yang sebaliknya,
Tampak tidak memiliki kesibukan,
Namun keseharian hidupnya penuh oleh aktivitas yang produktif dan inovatif.
Kerja keras tidak harus ditunjukkan lewat pamer kesibukan.
Seseorang yang benar-benar sibuk,
Dapat bekerja didalam keheningan yang sama sekali tidak berbunyi gaduh.
Ada seseorang yang berhati mulia dan dermawan,
Namun ada pula diantara kita yang sekadar memamerkan citra sebagai orang yang gemar berdana demi mendapat sanjungan oleh publik.
Disamping itu terdapat juga orang-orang yang terlihat pelit dan individualistis,
Namun hidupnya penuh dengan kejujuran,
Tidak pernah menyakiti orang lain,
Dan tanpa banyak mengumbar citra diri, mendanakan energi, pikiran, maupun materi miliknya tanpa mengharap pujian.
Ada seseorang yang sungguh-sungguh cerdas,
Namun tidak sedikit pula orang-orang yang tampak intelek, bergelar sarjana, namun isi pikirannya hanya seputar cara-cara untuk menipu orang lain.
Ada pula yang tampak sebaliknya,
Orang tersebut tampak luar biasa bodoh,
Namun dibalik wajah bodoh itu tersembunyi kecerdasan brilian yang tidak mampu ditandingi kebanyakan orang.
Orang yang benar-benar berkemampuan cerdas,
Tidak akan memusingkan pendapat orang lain yang meremehkan dirinya.
Ada seseorang yang sebenarnya memiliki kekuatan mental yang luar biasa,
Meski memiliki bentuk fisik yang tampak lemah.
Namun siapa yang membutuhkan fisik yang sebesar raksasa, namun bermental sekecil semut?
Ada seseorang yang terlihat seperti memiliki kepedulian terhadap dirimu,
Namun sebenarnya dirinya memiliki motif agenda tersembunyi untuk memakan keselamatan hidupmu demi kepentingan pribadinya.
Ada segelintir manusia yang berjuang sekeras mungkin untuk menghindari perbuatan buruk,
Namun lebih banyak diantara umat manusia yang menyibukkan diri untuk memohon pengampunan dosa.
Ada jenis orang yang bermulut kasar,
Namun setiap ucapan yang keluar mulutnya tidak pernah berisi kebohongan atau ketidakjujuran.
Sebaliknya,
Lebih banyak dapat kita jumpai orang-orang yang pandai bermulut manis,
Namun menyimpan racun dibalik lidahnya.
Ada tipe manusia berwajah buruk rupa,
Namun berhati penuh keindahan.
Namun banyak pula yang bukan hanya wajahnya yang buruk,
Namun juga berwatak manipulatif,
Yang tidak kalah buruk dengan wajahnya.
Setiap manusia sejatinya memiliki kehendak bebas untuk memilih,
Namun mengapa untuk hal-hal yang sejatinya dapat kita pilih sebagai bagian dari hidup kita,
Jatuh pada pilihan yang sama sekali tidak unggul.
Bentuk wajah adalah bagian dari genetik kelahiran yang kita bawa dari sejak lahir tanpa dapat kita ubah.
Namun perihal watak serta corak jiwa,
Dapat kita bentuk sendiri sebagai karakter diri.
Bila kita dapat memilih untuk menjadi orang berwatak jujur,
Mengapa kemudian banyak diantara kita yang tumbuh dewasa menjadi manusia penipu?
Para manusia berhati busuk sejatinya adalah seorang pengecut,
Tidak berani menghadapi pahitnya hidup,
Maka demi membuat kenyang perutnya sendiri,
Dirinya merampas makanan milik orang lain.
Hidup memang penuh penderitaan,
Namun itu bukanlah alasan bagi kita untuk melakukan pembenaran diri.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Stay Confident and be Elegant

Even if we are not appreciated and also not respected properly,
Stay confident and be elegant.
Even if we are maligned and improperly accused,
Stay confident and be elegant.
Even if no one wants to believe what we say,
Stay confident and be elegant.
Even if no one would acknowledge us,
Stay confident and be elegant.
Even if we can be defeated by others far superior to us,
Stay confident and be elegant.
Even if we are harassed by those in power,
Stay confident and be elegant.
Even if we are persecuted by those who cheat,
Stay confident and be elegant.
Even if we feel a fear of confronting something foreign or even something beyond our ability to confront it,
Stay confident and be elegant.
Even if no one wants to understand us,
Stay confident and be elegant.
Even though we can only walk by ourselves amid a werewolf crowd,
Stay confident and be elegant.
Even if we are underestimated and given no belief whatsoever,
Stay confident and be elegant.
Despite being treated unfairly,
Stay confident and be elegant.
Despite every effort we muster, it's like collide against a thick, hard wall,
Stay confident and be elegant.
Although shackled all forms of limitations,
Stay confident and be elegant.
Even if we fall down one day,
Stay confident and be elegant.
Even if we are laughed at and disparaged by others,
Stay confident and be elegant.
Always present to ourselves,
Always be faithful to ourselves,
Will never betray ourselves,
Always be able to understand ourselves,
Always fighting for ourselves,
Always reliable by ourselves,
Always trustworthy by ourselves,
Always be able to forgive ourselves,
Always able to encourage ourselves,
And able to stand on our own feet,
Smiling with complete confidence, which did not break apart,
Staying elegant.
A tough soul,
It's never easy to be shaken.
It was more than enough,
While understanding that there is nothing ideal in this ideal and far from perfect life.
Being a good person does not have to feel frustrated to find the fact that bad guys and criminals often be a winner toward us.
Stay confident and be elegant.
Not our business if other people want to dig his own grave by being unfair and inappropriate to us.
What matters to us is,
Stay confident and be elegant.

© HERY SHIETRA Copyright.

Sekalipun kita tidak dihargai dan juga tidak dihormati secara patut,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita difitnah dan dituduh secara tidak patut,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun tidak ada seorang pun mau mempercayai apa yang kita sebutkan,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun tiada seorang pun yang mau mengakui diri kita,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita dapat dikalahkan oleh pihak lain yang jauh lebih unggul dari dari kita,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita dilecehkan oleh mereka yang memegang kekuasaan,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita teraniaya oleh mereka yang berbuat curang,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita merasakan sebentuk ketakutan menghadapi sesuatu yang asing atau bahkan terhadap sesuatu yang melampaui kemampuan kita untuk menghadapinya,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun tiada ada orang yang mau memahami diri kita,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita hanya dapat berjalan seorang diri ditengah kerumunan manusia serigala,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita diremehkan dan tidak diberikan kepercayaan apapun,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun diperlakukan secara tidak adil,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun setiap usaha yang kita kerahkan, bagai terasa membentur tembok keras yang tebal,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun dibelenggu segala bentuk keterbatasan,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita pada suatu waktu terjatuh,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Sekalipun kita ditertawakan dan direndahkan oleh orang lain,
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Selalu hadir bagi diri kita sendiri,
Selalu setia terhadap diri kita sendiri,
Tidak akan pernah menghianati diri kita sendiri,
Selalu dapat memahami diri kita sendiri,
Selalu berjuang untuk diri kita,
Selalu dapat diandalkan oleh diri kita sendiri,
Selalu dapat dipercaya oleh diri kita sendiri,
Selalu dapat memaafkan diri kita sendiri,
Selalu mampu memberi semangat bagi diri kita sendiri,
Dan mampu berdiri diatas kaki kita sendiri,
Sambil tersenyum dengan kepercayaan diri yang utuh, yang sama sekali tidak pecah berkeping-keping,
Tetap bersikap penuh elegan.
Jiwa yang tangguh,
Tidak pernah mudah untuk tergoyahkan.
Itu sudah lebih dari cukup,
Sembari memahami bahwa tiada hal yang ideal dalam kehidupan yang tidak ideal dan jauh dari sempurna ini.
Menjadi orang baik tidak harus merasa frustasi mendapati fakta bahwa penjahat seringkali justru menjadi pemenang.
Tetaplah percaya diri dan bersikap elegan.
Bukanlah urusan kita bila orang lain hendak menggali lubang kuburnya sendiri dengan bersikap tidak adil dan tidak patut terhadap diri kita.
Yang menjadi urusan kita ialah,
Tetap percaya diri dan bersikap elegan.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Failing to Recognize and Define the Experience We Have

Our inability or unwillingness to learn from the mistakes we have done before,
It will lead us to repeatedly make similar mistakes,
Falling in a similar hole,
Experiencing similar regrets,
Suffering from pain and similar injuries,
Got similar damage,
Scolding the same self as before,
And again encouraged to laugh at ourselves.
Inner stupidity makes us put an overly or irrational expectation of ourselves,
As if we would not repeat the same mistake,
As if we have learned from these mistakes,
But in fact it is only an assumption,
Assumptions that judge too high on the power of our own mental seriousness.
It is true that making mistakes and mistakes is a human thing,
But if we constantly make the same mistakes or omissions repeatedly,
So what's the difference with a deliberate error?
We have felt the pain of the consequences behind the errors we are making,
But why then do we still dare to make a similar mistake?
Or is it possible,
We are too selfish to ourselves,
Being unconcerned about the future of our situation, which must bear all the consequences of the mistakes we did in the present moment.
We may not have the will to learn from the experiences of others,
Including learning from other people's bad experiences,
But at least we do not fail to learn from our own mistakes.
However,
Not all things must be experienced by ourselves and feel the pain of a life experience.
If we simply learn from other people's life experiences,
That is what is called wisdom.
Internal experience,
With external experience.
Our life and age are too short to experience it by ourselves.
Just like science,
It builds on experiences and knowledge passed on by our predecessors.
The first step is the hardest thing,
Namely identify the feelings that we feel alone.
The second,
It is the phase to define the experience.
Likes or dislikes,
We must face it.
Or is it possible,
We are too afraid to face the bitter experience we have ever experienced?
A bad experience is like a nightmare when you keep on remembering it.
But acting like a fool who never had any experience,
Entertain ourselves as if we never made mistakes or never felt hurt,
Makes us the most vulnerable human being to re-repeat the same bad experience.
Perhaps we will be discouraged to acknowledge any unpleasant feelings and experiences of our lives.
But getting up from failure is one of the best options we can choose.

© HERY SHIETRA Copyright.

Ketidakmampuan atau ketidakmauan kita untuk belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan sebelumnya,
Akan menuntun kita untuk berulang kali melakukan kesalahan serupa,
Terjatuh di lubang yang serupa,
Mengalami penyesalan serupa,
Menderita kesakitan dan luka yang serupa,
Mendapati kerusakan yang serupa,
Memarahi diri yang sama seperti sebelumnya,
Dan kembali terdorong untuk menertawai diri kita sendiri.
Kebodohan batin membuat kita menaruh espektasi yang terlampau tinggi atau secara tidak rasional terhadap diri kita sendiri,
Seakan kita tidak akan mengulangi kekeliruan serupa,
Seakan kita telah belajar dari berbagai kesalahan tersebut,
Namun senyatanya semua itu hanya asumsi,
Asumsi yang menilai terlampau tinggi terhadap daya keseriusan mental diri kita sendiri.
Betul bahwa melakukan kekeliruan dan kesalahan adalah hal yang manusiawi,
Namun bila kita terus-menerus melakukan kekeliruan atau kelalaian yang sama tersebut secara berulang-kali,
Maka apa bedanya dengan kesalahan yang dilakukan secara disengaja?
Kita telah merasakan sakitnya konsekuensi dibalik berbagai kekeliruan yang kita lakukan,
Namun mengapa kemudian kita masih saja merasa berani untuk membuat kekeliruan serupa?
Ataukah mungkin saja,
Kita terlampau egois terhadap diri kita sendiri,
Bersikap tidak perduli terhadap keadaan kita dimasa mendatang yang harus menanggung segala konsekuensi akibat kekeliruan yang kita lakukan pada saat kini.
Kita mungkin saja tidak punya kemauan untuk belajar dari pengalaman orang lain,
Termasuk belajar dari pengalaman buruk orang lain,
Namun setidaknya kita tidak gagal untuk belajar dari kesalahan diri kita sendiri.
Biar bagaimanapun,
Tidak semua hal harus kita alami sendiri dan merasakan betapa sakitnya suatu pengalaman hidup.
Bila kita cukup belajar dari pengalaman hidup orang lain,
Itulah yang disebut dengan kebijaksanaan.
Pengalaman internal,
Disertai pengalaman eksternal.
Hidup dan umur kita terlampau singkat untuk mengalaminya seorang diri.
Sama seperti ilmu pengetahuan,
Yang dibangun diatas pengalaman-pengalaman maupun pengetahuan yang diwariskan oleh para pendahulu kita.
Langkah pertama ialah hal yang paling sukar,
Yakni mengidentifikasi perasaan yang kita rasakan sendiri.
Yang kedua,
Ialah fase untuk memberikan definisi terhadap pengalaman tersebut.
Suka maupun tidak suka,
Kita harus menghadapinya.
Atau mungkinkah,
Kita terlampau takut untuk menghadapi pengalaman pahit yang pernah kita alami?
Pengalaman buruk mirip seperti mimpi buruk bila kita terus mengingat-ngingatnya.
Namun bersikap seperti orang bodoh yang tidak pernah memiliki pengalaman apapun,
Menghibur diri seolah kita tidak pernah melakukan kekeliruan atau tidak pernah merasa terluka,
Membuat kita menjadi manusia yang paling rentan untuk kembali mengulangi pengalaman buruk yang sama.
Mungkin kita akan berkecil hati mengakui setiap perasaan dan pengalaman hidup kita yang kurang menyenangkan.
Namun bangkit dari kegagalan adalah salah satu opsi terbaik yang dapat kita pilih.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Anyone can Win when Using Fraudulent Means

Anyone can win when using fraudulent means,
But there is no single glory or pride whatsoever behind a fraud, dishonesty, or habit of being fraudulent.
Everyone can cheat,
Because it is not a difficulty to plan and use fraudulent means.
But not everyone can win the battle with honest means and healthy ways.
There is no fair competition or healthy competition behind a fraudulent means.
There is no victory behind cheating,
Because there is only the perpetrators of fraud and victims of fraud.
Only those who have a mental coward,
Who can only think of fraudulent ways without being able to compete fairly.
The perpetrators of such fraud,
Always have the perfect excuse for self-justification,
Despite winning the battle through a series or deceit that is too fraudulent to be called the victory of a knight.
Fraud is not a superior human character,
Yet it is the nature of mentally and morally corrupt humans.
There is nothing that can be trusted or relied upon from such cheating people,
In addition to only the defilements that are shown vulgarly against their opponents.
They are not even able to conquer their own ignorance.
But even more cunning,
Those who cover up their fraudulent deeds,
Not acknowledging their cheating,
Or even using fraudulent methods of fraud,
Wearing a cheat while his opponent is asleep,
Or using fraudulent ways when others are asked to be fair to him,
Or a cheating wrapped with trickery in the form of packaging of social activities,
Fraudulent attitudes clothed in goodness and generosity,
Make a deadly trap for innocent victims or too innocent.
However,
Cheating people are people who are too weak and not dignified,
It can not even be called a human being.
Because,
Someone who really deserves to be called a strong person,
It has never been necessary or unthinkable to use fraudulent means.
Defeat or win with justice, and deal with it in the spirit of a knight.
The perpetrators of cheating,
Poor from the qualities of honesty.

© HERY SHIETRA Copyright.

Siapapun bisa menang bila menggunakan cara-cara curang,
Namun tidak ada satu kemulian atau kebanggaan apapun dibalik sebuah kecurangan, sikap curang, ataupun kebiasaan bersikap penuh kecurangan.
Setiap orang bisa saja berbuat curang,
Karena bukanlah suatu kesulitan berarti untuk merencanakan dan memakai cara-cara curang.
Namun tidak setiap orang mampu memenangkan pertarungan dengan cara-cara jujur dan cara-cara yang sehat.
Tidak ada persaingan yang adil ataupun kompetisi yang sehat dibalik sebuah cara-cara curang.
Tiada kemenangan dibalik sikap curang,
Karena yang ada hanyalah pelaku perbuatan curang dan korban kecurangan.
Hanya mereka yang memiliki mental pengecut,
Yang hanya mampu memikirkan cara-cara curang tanpa mampu bersaing secara adil.
Para pelaku kecurangan demikian,
Selalu memiliki alasan sempurna untuk pembenaran diri,
Sekalipun memenangkan pertempuran lewat sebuah atau serangkaian tipu daya yang terlalu curang untuk dapat disebut sebagai kemenangan seorang ksatria.
Sikap curang bukanlah karakter manusia unggul,
Namun menjadi sifat dari manusia-manusia bermental dan bermoral rusak.
Tidak ada yang dapat dipercaya ataupun diandalkan dari manusia-manusia curang demikian,
Selain hanya kekotoran batin yang dipertontonkan secara vulgar terhadap lawan-lawan mereka.
Mereka bahkan tidak mampu menaklukkan kebodohan batin mereka sendiri.
Namun terlebih licik,
Mereka yang menutup-nutupi perbuatan curang mereka,
Tidak mengakui perbuatan curang mereka,
Atau bahkan memakai cara-cara curang secara sembunyi-sembunyi,
Memakai cara curang disaat lawannya sedang tertidur,
Atau menggunakan cara-cara curang disaat orang lain diminta untuk bersikap adil terhadap dirinya,
Atau sebuah kecurangan yang dibalut dengan tipu-daya berupa kemasan kegiatan sosial,
Sikap curang yang dibalut pakaian kebaikan dan kemurahan hati,
Membuat perangkap mematikan bagi para korban-korban yang tidak bersalah atau terlampau lugu.
Biar bagaimanapun,
Orang-orang curang adalah orang-orang yang terlampau lemah dan tidak bermartabat,
Bahkan tidak dapat disebut sebagai manusia.
Karena,
Seseorang yang benar-benar patut disebut sebagai pribadi yang kuat,
Tidak pernah membutuhkan ataupun terpikirkan untuk menggunakan cara-cara curang.
Kalah atau menang dengan sikap adil dan menghadapinya dengan semangat ksatria.
Para pelaku kecurangan,
Miskin dari sifat-sifat kejujuran.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.