When People Boycott, as New Hope

Even if there is a king, president, or head of state,
But if the ministers resign simultaneously,
So there is no king, no president, no head of state.
Then,
When a king, president, or head of state becomes corrupt and authoritarian,
Required ministers moral,
To boycott the course of government,
With the action of mutual resignation,
Opening the regime of new leadership era.
However,
When the head of state and his ministers are corrupt,
Then the people need to be compact to disperse from their support of the state.
Despite the existence of government,
But without the support of the people,
So no more can be called a country.
The state always needs the people.
So as,
Even though there is an entrepreneur,
But doing business fraudulently and evil,
Then it takes the employees who continue to uphold the principle of honesty.
Although there is a businessman,
But employees simultaneously resign,
So no businessman,
Because employers need a worker to do business.
But when business people together with their employees are both running a dirty business,
So it takes the consumer movement to boycott the products produced by the entrepreneur.
When there is no longer a society that becomes a consumer,
By itself no more entrepreneurs,
And make space for other new entrepreneurs to move into the market.
Even if there is a true God in this world,
And there are religious leaders or prophets,
But if God behaves arbitrarily like a king who likes to threaten to suffer, and is infatuated with praise,
So religious leaders and prophets need to boycott the existence of God.
Without a religious leader and without a prophet,
So there is no God,
At the same time open a new concept of God that is more humanist and not full of hatred or hostility.
However,
When God behaves like a dictator,
Even throwing human being into the valley of hell,
At the same time the prophets and religious leaders actually took advantage of the dictator of God,
So the people need to do revolution,
The mass movement to boycott the teachings of God who do not possess such divine attributes,
And at the same time it opens the door to another new, more humanistic, noble and sublime concept of God.
But also,
If we preserve and let such ideologies continue to grow and flourish,
It is the same to allow our successor's son and grandson to be mastered and controlled by an enlarged ideology of a giant that will be difficult to overcome in the future.
When people power is also as bad as their king,
As corrupt as businessmen,
Just as crazy as the wicked God,
That is the beginning of the decline of civilization.
Damaged to the roots.
No more rescue we can expect.
The foolish people,
Just have destiny as a slave.

© HERY SHIETRA Copyright.

Sekalipun terdapat seorang raja, presiden, ataupun kepala negara,
Namun bila para menteri mengundurkan diri secara serempak,
Maka tiada lagi seorang raja, presiden, ataupun kepala negara.
Maka,
Ketika seorang raja, presiden, ataupun kepala negara menjadi korup dan otoriter,
Sangat diperlukan para menteri yang bermoral,
Untuk memboikot jalannya pemerintahan,
Dengan aksi saling mengundurkan diri,
Membuka jalannya rezim era kepimpinan baru.
Namun,
Ketika kepala negara dan para menterinya adalah korup,
Maka rakyat perlu bersikap kompak untuk membubarkan diri dari dukungannya terhadap negara.
Sekalipun terdapat pemerintahan,
Namun tanpa dukungan rakyat,
Maka tiada lagi yang dapat disebut sebagai negara.
Negara selalu membutuhkan rakyat.
Begitupula,
Sekalipun terdapat seorang pengusaha,
Namun berbisnis secara curang dan jahat,
Maka diperlukan para karyawan yang tetap memegang teguh prinsip kejujuran.
Sekalipun terdapat seorang pebisnis,
Namun para karyawan secara serempak mengundurkan diri,
Maka tiada lagi pengusaha,
Karena pengusaha membutuhkan seorang pekerja untuk mengerjakan usaha.
Namun ketika pebisnis bersama-sama dengan karyawannya sama-sama menjalankan bisnis secara kotor,
Maka diperlukan gerakan konsumen untuk memboikot produk-produk yang dihasilkan sang pengusaha.
Ketika tiada lagi masyarakat yang menjadi konsumen,
Secara sendirinya tidak ada lagi pengusaha,
Dan memberi ruang bagi pengusaha baru lainnya untuk bergerak masuk ke pasar.
Sekalipun jika benar ada sosok Tuhan di dunia ini,
Dan terdapat pemuka agama ataupun nabi,
Namun jika Tuhan bersikap sewenang-wenang layaknya seorang raja yang gemar mengancam memberikan derita, dan tergila-gila akan pujian,
Maka para pemuka agama dan nabi perlu memboikot keberadaan sang Tuhan.
Tanpa pemuka agama dan tanpa nabi,
Maka tiada lagi sosok Tuhan,
Sekaligus membuka konsep Tuhan baru yang lebih humanis dan tidak penuh rasa kebencian ataupun permusuhan.
Namun,
Ketika Tuhan bersikap layaknya raja yang diktator,
Bahkan tega melempar manusia ke lembah neraka,
Disaat bersamaan para nabi dan pemuka agama justru turut mengambil keuntungan dari sosok Tuhan yang diktator,
Maka para umat perlu melakukan revolusi,
Gerakan masal untuk memboikot ajaran-ajaran Tuhan yang tidak memiliki sifat-sifat Ketuhanan demikian,
Dan disaat bersamaan membuka pintu bagi konsep Tuhan baru lainnya yang lebih humanis dan bersifat agung juga luhur.
Namun juga,
Bila kita justru melestarikan dan membiarkan ideologi demikian tetap tumbuh dan berkembang,
Sama artinya membiarkan anak dan cucu generasi penerus kita untuk dikuasai dan dikontrol oleh ideologi yang membesar menjelma raksasa yang akan sukar diatasi di kemudian hari.
Ketika people power juga sama buruk dengan raja mereka,
Sama rusaknya dengan moral kaum pengusaha,
Sama gilanya dengan sosok Tuhan yang lalim,
Itulah awal mula kemerosotan peradaban.
Rusak hingga ke akar-akarnya.
Tiada lagi penyelamatan yang dapat kita harapkan.
Rakyat yang bodoh,
Hanya memiliki takdir sebagai budak.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

[Iklan Resmi Terverifikasi] Jasa Pencarian dan Titip Produk THAILAND serta Impor ke Indonesia

Disediakan jasa pencarian serta pengiriman produk dari Thailand & Impor ke Indonesia