Konsultan Hukum HERY SHIETRA & PARTNERS

The Footsteps of Life

Like a tree,
Though it being bonsai,
It keeps growing and able to bear fruit.
Like living in all the limitations of self,
Not a reason for us to not grow and develop.
Kindness for ourselves do not know the terms.
Like a lotus flower,
Though it lives in a mud pool,
It continued to grow and is able to bloom on the surface of the water.
Like roses,
There is a white colored,
There some are red.
Whatever the color,
The most important thing is that it is able to bloom and to show its charm.
Both flowers are white or red,
Both had been successful in his mission.
It is not important what the colors themselves,
The most important thing is to be able to bloom perfectly,
It was more than enough.
Look at the desert,
Even the plants will try to stay alive and grow in such places hot and havoc.
Willingness and desire to strive to live,
Like a wild flower that is able to live on the stones.
That's the fighting spirit that we need to grow and maintain in our souls,
United in the unyielding determination,
And kept walking,
Even there are any heavy burden on our shoulders.
Perhaps our bodies can be jailed,
But not our minds.
Our potential may be constrained by the environment in which we live,
But will not be the dreams and ideals of ourselves.
Limitations on access,
Not be a reason not to work and honing our potential.
The absence of a container to work and grow,
Not a reason to dim the talents himself.
Even a cactus can grow and live in a barren desert.
Even wildflowers plants, can grow on rocks.
The desire to develop themselves is the foundation for us to sow the seeds of the future.
Dreams and ideals that we need to take care and grow thereon.
When an ant which small,
Having a passion for life and work hard to survive,
We as human beings should be ashamed of such an small ant but hardworking.
Whatever will be,
We must remain fruitful and bloom.
Whatever the circumstances we face,
We must continue to grow.
Whatever the limitations that we have,
We must continually strive.
Whatever grief we feel,
We must remain alive.
When even a tree which being bonsai,
Can remain alive and fruitful,
So we have to survive and work,
Produce fruit which sweet and rewarding life.
Even in the midst of extreme rigors of life in the middle of the desert,
Various signs of life still left in his footsteps.

© HERY SHIETRA Copyright.

Bagaikan sebatang pohon,
Sekalipun ia dibonsai,
Ia tetap tumbuh dan mampu berbuah.
Bagaikan hidup dalam segala keterbatasan diri,
Bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak bertumbuh dan berkembang.
Kebaikan bagi diri kita sendiri tidak mengenal syarat.
Bagaikan sekuntum bunga teratai,
Sekalipun ia hidup di dalam kolam lumpur,
Ia tetap tumbuh dan mampu mekar di atas permukaan air.
Bagaikan bunga mawar,
Ada yang bewarna putih,
Ada pula yang berwarna merah.
Apapun warnanya,
Yang terpenting ialah ia mampu mekar dan menampilkan pesonanya.
Baik bunga yang berwarna putih atau yang berwarna merah,
Keduanya sama-sama telah berhasil dalam misi hidupnya.
Tidaklah penting apa yang menjadi warna diri mereka,
Yang terpenting ialah dapat mekar secara sempurna,
Itu sudah lebih dari cukup.
Lihatlah padang pasir,
Bahkan tumbuhan pun akan berusaha tetap hidup dan tumbuh di tempat yang demikian panas dan gersangnya.
Kemauan dan keinginan untuk berjuang hidup,
Bagai sebuah bunga liar yang mampu hidup di atas bebatuan.
Itulah semangat juang yang perlu kita tumbuhkan dan jaga dalam jiwa kita,
Menyatu dalam tekad pantang menyerah,
Dan terus melangkah,
Seberat apapun beban yang ada di pundak kita.
Mungkin tubuh kita dapat dipenjarakan,
Namun tidak pikiran kita.
Potensi diri kita mungkin akan dikekang oleh lingkungan tempat kita hidup,
Namun tidak impian dan cita-cita diri kita.
Keterbatasan terhadap akses,
Bukan menjadi alasan untuk tidak berkarya dan mengasah potensi diri.
Tiadanya wadah untuk berkarya dan bertumbuh,
Bukan menjadi alasan untuk meredupkan talenta diri.
Bahkan sebatang kaktus dapat tumbuh dan hidup di padang pasir yang gersang.
Bahkan tanaman bunga liar dapat tumbuh diatas batu.
Keinginan untuk mengembangkan diri adalah landasan bagi kita menabur benih masa depan.
Impian dan cita-cita yang perlu kita rawat dan tumbuhkan diatasnya.
Bila seekor semut yang kecil,
Memiliki semangat untuk hidup dan kerja keras untuk bertahan hidup,
Kita sebagai manusia seharusnya merasa malu terhadap seekor semut yang demikian kecil namun pekerja keras.
Apapun yang terjadi,
Kita harus tetap berbuah dan mekar.
Apapun situasi dan kondisi yang kita hadapi,
Kita harus senantiasa bertumbuh.
Apapun keterbatasan yang kita miliki,
Kita harus terus berupaya.
Apapun kesedihan yang kita rasakan,
Kita harus tetap hidup.
Bila sebatang pohon yang dibonsai saja,
Dapat tetap hidup dan berbuah,
Maka kita harus tetap bertahan hidup dan berkarya,
Menghasilkan buah kehidupan yang manis dan bermanfaat.
Bahkan di tengah kerasnya hidup yang ekstrim di tengah padang gurun,
Berbagai tanda-tanda kehidupan masih menyisakan jejaknya.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Let Us Grab Our Own Hand and Hope

Someone else once or could have made us disappointed,
But we should not give up on ourselves,
Moreover surrender to failure that we experienced,
Surrender continuing the dream,
Give up building the future,
Even surrendered to form the goodness of our own lives.
Let the people closest to us, hurting and injuring us,
But let us never hurt ourselves.
People we love may betray we are,
But do not ever let we are betray ourselves.
Those closest to us, may be able to leave to us when we are in need of a helping hand,
But we must never abandon and neglect ourselves.
We can be being and ever ignored by parents who become a role model to us,
But let us never leave ourselves all alone,
Alone in the middle of the cruel sea of people.
When there is no one to guide and give direction to our lives,
Lead and lift up ourselves and life of ourselves.
With self-learning,
At least we will not be indebted to anyone.
Own initiative for the good of ourselves.
It is time we think wisely toward ourselves and the good life of ourselves.
The external world can be cruel and upset us.
But we are need to become a person who can be proud by ourselves.
Whatever the current state of us,
Whatever the situation we face today,
Whatever obstacles inside and outside of us currently,
Whatever our limits currently,
Acknowledge all that happens as it is,
Began to dare facing it,
And move to carve out our own destiny,
Do not always obey the pressure of circumstances, which could be currently does not favor us.
When circumstances beyond ourselves not support us,
At least a state within ourselves we need to maintain, to keep supporting of ourselves.
Do not give up on the circumstances.
Precisely strike down the situation.
We still have hands and feet,
We still have our health,
We still have a clear brain,
We still have a fairly normal eyesight,
All of it was enough be the most important capital for us.
Now we are need to build a spirit of morale and courage to fight against fate.
Paving the path for the future of ourselves if there is no signpost or road we can go through it.
Now we are need to revive the spirit of unyielding determination of our own life.
This is the adventure of life.
There is no assurance we will succeed or fail,
But try to enjoy the ride along the adventure.
At least we have endeavored and through the process.
With effort, we are can see the success, or otherwise, the face of failure.
But if we give up,
The future is waiting for us is simply a failure.
A thousand times dropped by circumstances outside of us,
Then to two thousand times we are need to get up and running again.
Do not focus on our weaknesses,
But to concentrate on the advantages of ourselves.
Do not complain of shortcomings and limitations,
But build that hope, and revive the dream of us back.
A proverb advised,
When one door is closed to us,
Then another door opened for us.
Let we not focus on the doors that have been closed to us,
But to concentrate at another door that has been opened for us.

© HERY SHIETRA Copyright.

Orang lain pernah atau dapat saja membuat kita kecewa,
Namun kita tidak boleh menyerah terhadap diri kita sendiri,
Terlebih menyerah terhadap kegagalan,
Menyerah untuk melanjutkan impian,
Menyerah untuk membangun masa depan,
Bahkan menyerah untuk membentuk kebaikan hidup kita sendiri.
Biarlah orang-orang terdekat kita menyakiti dan melukai diri kita,
Namun janganlah pernah kita menyakiti diri kita sendiri.
Orang yang kita cintai bisa jadi mengkhianati diri kita,
Namun jangan pernah biarkan diri kita mengkhianati diri kita sendiri.
Orang-orang terdekat dari kita mungkin saja dapat meninggalkan kita ketika diri kita sedang membutuhkan uluran tangan,
Namun kita jangan pernah menelantarkan diri kita sendiri.
Kita bisa jadi sedang dan pernah dibengkalaikan oleh orang tua yang menjadi panutan kita,
Namun jangan pernah kita meninggalkan diri kita sebatang kara,
Seorang diri di tengah kejamnya lautan manusia.
Bila tiada seorangpun membimbing dan memberi pengarahan bagi hidup kita,
Bimbing dan arahkanlah diri dan kehidupan diri kita sendiri.
Dengan belajar mandiri,
Setidaknya kita tidak akan berhutang budi pada siapapun.
Berinisiatif sendiri demi kebaikan diri kita sendiri.
Sudah saatnya kita berpikiran bijak terhadap diri dan kebaikan hidup diri kita sendiri.
Dunia luar diri kita bisa jadi kejam dan membuat kecewa diri kita.
Namun kita perlu menjadi pribadi yang dapat dibanggakan oleh diri kita sendiri.
Apapun keadaan diri kita saat ini,
Apapun situasi yang kita hadapi saat ini,
Apapun kendala di dalam diri dan di luar diri kita saat ini,
Apapun keterbatasan diri kita saat ini,
Akui segala yang terjadi apa adanya,
Mulai berani untuk menghadapinya,
Dan bergerak untuk mengukir jalan hidup kita sendiri,
Tidak senantiasa menuruti tekanan keadaan yang bisa jadi saat ini tidak berpihak kepada diri kita.
Bila keadaan di luar diri tidak mendukung kita,
Setidaknya keadaan di dalam diri perlu kita jaga agar tetap mendukung diri kita sendiri.
Janganlah menyerah pada keadaan.
Justru kalahkanlah keadaan tersebut.
Kita masih punya tangan dan kaki,
Kita masih memiliki kesehatan,
Kita masih memiliki otak yang jernih,
Kita masih memiliki penglihatan yang cukup normal,
Semua itu sudah cukup menjadi modal paling utama diri kita.
Kini kita perlu membangun jiwa semangat juang dan keberanian untuk bertempur melawan nasih.
Membuka jalan bagi masa depan diri kita sendiri bila tiada penunjuk jalan ataupun jalan yang dapat kita tempuh.
Kini kita perlu untuk menghidupkan kembali tekad dan semangat pantang menyerah diri kita sendiri.
Inilah pertualangan hidup.
Tiada kepastian kita akan berhasil atau gagal,
Namun cobalah nikmati perjalanan sepanjang pertualangan tersebut.
Setidaknya kita telah berupaya dan menjalani prosesnya.
Dengan berupaya, kita dapat menemui keberhasilan atau sebaliknya, menghadapi kegagalan.
Namun bila kita menyerah,
Masa depan yang menunggu kita hanyalah kegagalan.
Seribu kali dijatuhkan oleh keadaan di luar diri kita,
Maka untuk dua ribu kali kita perlu bangkit dan berjalan kembali.
Jangan berfokus pada kelemahan diri kita,
Namun berfokuslah pada kelebihan diri kita sendiri.
Janganlah mengeluhkan kekurangan dan keterbatasan diri,
Namun bangunlah harapan dan hidupkanlah impian diri kita.
Sebuah pepatah berpesan,
Ketika satu pintu tertutup bagi diri kita,
Maka pintu lain terbuka bagi diri kita.
Janganlah kita berfokus pada pintu yang telah tertutup bagi diri kita,
Namun berfokuslah pada pintu lain yang telah terbuka bagi diri kita.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

The Art of Life

If there are a lot of good things out there,
It is not necessary we consume things that are not healthy and not good for physical and mental development of our own.
When there is no good thing that we can choose and take from out there,
It is not necessary to force myself to eat things that are not good.
Like someone with a reason thirsty,
Drinking salt water from the ocean,
With the hope to quench your thirst.
If we were able to hear normally,
It is not necessary we act as if we are deaf.
If we were able to hear well,
Use our ears to listen to good advice and good information.
If the other person is able to hear well,
It is not necessary to act as though the other person is deaf.
If the other person is able to hear well,
Convey advice for her/his guidance, or to simply reprimand when they make a mistake.
If we were able to see with good eyesight,
It is not necessary to behave as of us a blind person.
If we were able to see clearly,
It is not necessary to close the eyes to see the various behavior of us that is not necessarily good.
If we are able to think well,
It is not necessary to act as though unable to stand on our own thoughts.
When our brain functions are still going well,
Then start to be able to think for themselves and have their own stance, without having to always let others feed our minds with their ideas.
We need to live within our own minds.
If we still have the completeness of the perfect body,
It is not necessary to behave as ourselves is lame and physical disabilities.
When we have a healthy body condition,
It is not necessary we behave ourselves as if a sick person.
If we have a variety of abundant material possessions,
It is not necessary to behave like beggars who are always begging.
If we have the wealth and prosperity,
It is not necessary snatch and steal the rights of others.
When we have a child,
Then behave as a good parent and gave the example and guidance.
If we have a role and responsibility as a father or a mother,
It is not necessary we behave as an employer towards our own children.
If we have the resources to break the mental block,
It is not necessary to be whiny and demanding.
If we have access to various resources,
So is the demand ourselves to manage and empower ourselves and our environment.
Many of us,
Being able to see well,
Being able to hear very well,
Being able to speak well,
Being able to think well,
Have the means to give,
Has a near-perfect body,
Has a remarkable intellect,
But acting as if a person who is deaf,
Act like a man who was blind,
Act like a man who mute,
Act like a imbecile,
Act like a poor man,
Behave as a disabled person,
Act like a senile person.
One might have a body and mind that great intelligence remarkable.
But as long as he has also mental poor,
He is a poor man in the eyes of himself.
When we are able to provide a good thing,
Why do we choose to throw bad words, bad thoughts, and bad deeds?
Meanwhile,
We all have abundant resources,
Able to think,
Being able to move,
Being able to see,
Being able to hear,
Being able to speak aloud,
However misused to harm themselves and others.
Know how we should use it, when we have to be silent for a moment, and know where we can act,
Is an art of life itself.

© HERY SHIETRA Copyright.

Bila terdapat banyak hal yang baik di luar sana,
Tak perlulah kita konsumsi hal-hal yang tidak sehat dan tidak baik bagi perkembangan fisik dan mental kita sendiri.
Bila tiada hal yang baik yang dapat kita pilih dan ambil dari luar sana,
Tak perlulah kita memaksakan diri untuk mengkonsumsi hal-hal yang tidak baik.
Bagai seseorang dengan alasan haus,
Meminum air asin dari lautan,
Dengan harapan dapat melepas dahaga.
Bila kita mampu mendengar dengan normal,
Tidaklah perlu kita bersikap seolah diri kita tuli.
Bila kita mampu mendengar dengan baik,
Gunakanlah telinga kita dengan baik untuk menyimak nasehat dan informasi yang baik.
Bila orang lain mampu mendengar dengan baik,
Tidaklah perlu bersikap seolah orang lain tuli.
Bila orang lain mampu mendengar dengan baik,
Utarakanlah nasehat bimbingan untuknya, atau untuk sekedar menegurnya bila mereka melakukan kekeliruan.
Bila kita mampu melihat dengan pandangan yang baik,
Tidaklah perlu kita bersikap seolah diri kita orang yang buta.
Bila kita mampu melihat dengan baik,
Tidaklah perlu kita menutup mata melihat berbagai kelakuan diri kita yang belum tentu benar adanya.
Bila kita mampu berpikir dengan baik,
Tidaklah perlu kita bersikap seolah tidak mampu berdiri diatas pikiran kita sendiri.
Bila fungsi otak kita masih berjalan dengan baik,
Maka mulailah untuk mampu berpikir sendiri dan memiliki pendirian sendiri tanpa harus selalu orang lain yang menyuapi pikiran kita dengan berbagai pemikiran mereka.
Kita perlu hidup di dalam pikiran kita sendiri.
Bila kita masih memiliki kelengkapan tubuh yang sempurna,
Tidaklah perlu kita bersikap seolah diri kita adalah orang yang lumpuh dan cacat fisik.
Bila kita memiliki kondisi tubuh yang sehat,
Tidaklah perlu kita bersikap diri kita seakan sebagai orang yang sakit.
Bila kita memiliki berbagai harta materi yang melimpah,
Tidaklah perlu kita bersikap seperti pengemis yang selalu meminta-minta.
Bila kita memiliki harta dan kemakmuran,
Tidaklah perlu kita merenggut dan mencuri hak orang lain.
Bila kita memiliki seorang anak,
Maka bersikaplah sebagai seorang tua yang baik dan memberi teladan serta bimbingan.
Bila kita memiliki peran dan tanggung jawab sebagai seorang ayah atau seorang ibu,
Tidaklah perlu kita bersikap sebagai seorang majikan terhadap anak kita sendiri.
Bila kita memiliki berbagai sumber daya untuk mendobrak blokir mental,
Tidaklah perlu kita bersikap cengeng dan banyak menuntut.
Bila kita memiliki akses terhadap berbagai sumber daya,
Maka adalah tuntutan diri kita untuk mengelola dan memberdayakan diri dan lingkungan kita.
Banyak diantara kita,
Mampu melihat dengan baik,
Mampu mendengar dengan baik,
Mampu berbicara dengan baik,
Mampu berpikir dengan baik,
Memiliki kekayaan untuk memberi,
Memiliki tubuh yang mendekati sempurna,
Memiliki kecerdasan yang luar biasa,
Namun bersikap seolah sebagai orang yang tuli,
Bersikap seolah sebagai orang yang buta,
Bersikap seolah sebagai orang yang bisu,
Bersikap seolah sebagai orang yang dungu,
Bersikap seolah sebagai orang yang miskin,
Bersikap seolah sebagai orang yang cacat,
Bersikap seolah sebagai orang yang pikun.
Seseorang mungkin dapat memiliki tubuh dan kecerdasan pikiran yang hebat luar biasa.
Namun sepanjang dirinya memiliki juga mental yang miskin,
Ia adalah orang yang miskin di mata dirinya sendiri.
Bila kita mampu memberikan hal yang baik,
Mengapa kita memilih untuk melontarkan kata-kata yang buruk, pikiran yang buruk, maupun perbuatan yang buruk?
Sementara itu,
Kita semua memiliki sumber daya yang melimpah,
Mampu berpikir,
Mampu bergerak,
Mampu melihat,
Mampu mendengar,
Mampu bersuara,
Namun menyalahgunakannya untuk menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Tahu bagaimana kita harus menggunakannya, kapan kita harus diam untuk sejenak, dan tahu dimana kita dapat beraksi,
Adalah sebuah seni kehidupan itu sendiri.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.