JENIUS KONSULTAN, TRAINER, ANALIS, PENULIS ILMU PENGETAHUAN ILMIAH HUKUM RESMI oleh HERY SHIETRA

Konsultasi Hukum Pidana, Perdata, Bisnis, dan Korporasi. Prediktif, Efektif, serta Aplikatif. Syarat dan Ketentuan Layanan Berlaku

God Scapegoated

In your opinion,
Does the absence of a criminal,
Then there will never be a police profession in the world?
What does it mean the police need a villain?
What's a hero,
Without the criminals to conquer.
Every hero indebted to the criminals who kicked by him.
However, has it ever occurred to you,
It could be a cop worse than a criminal.
What a star like the sun,
Would never exist in this universe without the existence of black holes that suck all the light nearby?
Do not forget, my friend,
Black holes are the seeds luminous star,
And the star that ran out of energy to be transformed into a black hole in the end.
Just as the nature of man,
Individual personality is not eternal,
All laws are subject to change.
There are good people in youth,
Transformed into evil in times of old.
Some people are bad temperament in youth,
Being a good man and a helper in old age.
Do we have to throw litter,
So that people can get a job as a cleaner garbage?
Just like the previous question,
Do we have to become a criminal,
Just for the sake of the police profession in the world?
Without us even asking,
Trash and the wicked will remain in this world for us to clean up.
We need not add dirty and adds a lot of bad people in this world.
Is the most superficial,
Which is thought to produce garbage,
In order to create jobs for the cleaners of garbage.
Is the human race,
Require trials of God just for the sake thrive and survive?
Without the trials and difficulties of life given by God though,
Human life were and always full of suffering.
Why does the Lord so little to do, by giving a trial on his own?
God omnipotent and omniscient,
She did not need to experiment.
Just who do not know anything,
Who still feel the need to experiment.
The subject of a failed experiment,
Thrown into hell.
It is a way of thinking arbitrary.
Saying that God tried man,
Is an insult to the superior and sublime nature of God.
Billions of years of history of human civilization on earth.
So, why does God still not satisfied as well making human, as the experimental mice?
Human beings are not objects of trials.
If God is perfect,
Why his creations can not be born perfect, so it does not need to be exercised?
Trillions of humans has been subject to an attempt by the Lord,
Like a guinea pig.
But why did God not yet able to make a conclusion, what is best for humans?
Human beings have always prayed for something to God,
Request that was given no trial,
To be given something,
To be kept away from the pain.
The Lord said,
"As if I am blind, so are still need you to tell me?"
Intend to praise,
We actually had blasphemous the God.
God never tried any human or creature.
Human beings have always busy speculating that the Lord is the perpetrator or the main suspect of all the calamities that befall mankind.
Nothing is more cruel than blasphemy against God by human beings on this Earth.
If God indeed is trying humans,
Then God is indebted to the the devil,
Not condemn, and to cast the devil into hell which hot.
If God is so far tried to humans, and humans who failed the test throws to hell,
Then God is most worthy occupies a hell of his own creation.
Because human beings are the creation of God itself,
Both humans who pass an exam,
And man who failed to qualify for selection.
That is why people fear the figure of God,
Because of all this we are given an overview of speculative, the figure of God who applies arbitrary,
Grumpy,
Careless,
Be easily throw a man that has no power was created imperfect to hell,
And not really almighty.

© HERY SHIETRA Copyright.

Menurut pendapatmu,
Apakah tanpa adanya seorang penjahat,
Maka tidak akan pernah ada profesi polisi di dunia ini?
Apakah artinya polisi membutuhkan penjahat?
Apalah artinya seorang pahlawan,
Tanpa adanya penjahat untuk ditaklukkan.
Setiap pahlawan berhutang budi pada para penjahat yang ditendangnya.
Namun, pernahkah terpikirkan olehmu,
Bisa jadi seorang polisi lebih jahat daripada seorang penjahat.
Apakah sebuah bintang seperti matahari,
Takkan pernah ada di alam semesta ini tanpa keberadaan lubang hitam yang menghisap segala cahaya di dekatnya?
Jangan lupa kawanku,
Lubang hitam adalah bibit bintang bercahaya,
Dan bintang yang kehabisan energi akan menjelma lubang hitam pada akhirnya.
Sama seperti sifat seseorang manusia,
Kepribadian individu tidaklah kekal adanya,
Semua tunduk pada hukum perubahan.
Ada orang baik di kala muda,
Menjelma menjadi jahat di kala tua.
Ada orang yang buruk perangai di kala muda,
Menjadi seorang yang baik hati dan penolong di kala tua.
Apakah kita harus membuang sampah sembarangan,
Agar ada orang yang mendapat pekerjaan sebagai pembersih sampah?
Sama seperti pertanyaan sebelumnya,
Apakah kita harus menjadi seorang penjahat,
Hanya demi profesi polisi ada di dunia ini?
Tanpa kita minta sekalipun,
Sampah dan orang jahat akan tetap ada di dunia ini untuk kita bersihkan.
Tak perlu kita menambah kotor dan menambah banyak orang jahat di dunia ini.
Adalah orang paling dangkal,
Yang berpikir untuk memproduksi sampah,
Agar demi menciptakan lapangan pekerjaan bagi pembersih sampah.
Apakah umat manusia,
Membutuhkan cobaan dari Tuhan hanya demi berkembang dan bertahan hidup?
Tanpa diberi cobaan dan kesulitan hidup oleh Tuhan sekalipun,
Hidup manusia sudah penuh derita.
Mengapa juga Tuhan demikian kurang kerjaan dengan memberi cobaan pada ciptaannya?
Tuhan maha kuasa dan maha tahu,
Ia tidak butuh bereksperimen.
Hanya yang tidak tahu apapun,
Yang masih merasa butuh untuk melakukan percobaan.
Subjek eksperimen yang gagal,
Dilempar ke neraka.
Ini adalah cara berpikir sewenang-wenang.
Mengatakan bahwa Tuhan mencoba manusia,
Adalah penghinaan terhadap sifat unggul dan luhur dari Tuhan.
Miliaran tahun sejarah peradaban umat manusia di muka bumi.
Lantas, mengapa masih belum juga puas Tuhan menjadikan manusia sebagai eksperimen?
Manusia bukanlah benda uji coba.
Bila Tuhan adalah sempurna,
Mengapa ciptaannya bisa tidak sempurna sehingga perlu dicoba-coba?
Triliunan manusia telah menjadi subjek percobaan Tuhan,
Bagai kelinci percobaan.
Namun mengapa Tuhan belum juga dapat membuat kesimpulan apa yang terbaik bagi manusia?
Manusia selalu berdoa meminta sesuatu pada Tuhan,
Meminta agar tak diberi cobaan,
Agar diberi sesuatu,
Agar dijauhkan dari derita.
Tuhan pun berkata,
“Memangnya saya buta, sehingga masih perlu kau beritahu?”
Hendak memuji,
Kita justru telah menghina Tuhan.
Tuhan tak pernah mencoba manusia atau makhluk manapun.
Manusia selalu sibuk berspekulasi bahwa Tuhanlah pelaku atau tersangka utama segala musibah yang menimpa umat manusia.
Tak ada yang lebih kejam daripada fitnah terhadap Tuhan oleh kaum manusia di Bumi ini.
Bila Tuhan memang sedang mencoba manusia,
Maka Tuhan berhutang budi pada sang iblis,
Bukan mengutuk dan mencampakkan sang iblis ke neraka yang panas.
Bila Tuhan memang selama ini mencoba manusia dan melempar manusia yang gagal ujian ke neraka,
Maka Tuhanlah yang paling patut menempati neraka ciptaannya sendiri.
Karena, manusia adalah ciptaan sang Tuhan itu sendiri,
Baik manusia yang lulus menempuh ujian,
Maupun manusia yang gagal lolos seleksi.
Itulah sebabnya manusia takut akan sosok Tuhan,
Karena selama ini kita diberikan gambaran spekulatif akan sosok Tuhan yang sewenang-wenang,
Pemarah,
Teledor,
Tega melempar manusia yang tiada daya diciptakan tidak sempurna ke neraka,
Dan tidak benar-benar maha kuasa.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

It Is Up To You

There are parents,
Who interpret the meaning of a devoted son
Is that children who remain silent even though his life was destroyed by the selfishness of elderly parents.
There are also parents who interpret,
Dutiful son means a child who is able to live independently and pursue their own happiness and dreams,
So that the parents will not regret it when the hour of their death.
Wise parents,
Bringing happiness for their children,
Not taken the lives and future of their own children.
Once Upon a time,
Lived a mother.
She has a principle.
Hurt as much and suffering like anything herself,
She would never share her sufferings to the people closest,
She will only share the happiness to the people she loved.
She really loved them,
By the way do not share the pain of life,
But share the happiness of life.
A good friend,
Will boldly rebuked and warned his friend when the friend made a mistake,
Not always justify and support his intention and bad deeds.
A good friend does not misleading his own best friend,
But being a lamp that directs his, survived until the goal.
A good employer,
Not the employer who makes his subordinates as a means to do bad deeds.
Good employer treats its employees as a human being, not as a mere production machine.
A good leader,
Motivate by example,
Not command inhumane.
A good teacher,
Do not dictate or judge his own disciple,
But learning to be a teacher capable of guiding its students.
Being a good cop,
Not by abandoning citizens who need protection,
Monopolize the authority to use weapons,
Or even extort citizens seeking justice.
A good police will be present even without being asked by the public.
Being a good man,
Not by busy judging and commenting on other people,
However busy to pay attention to the nature of and his own behavior in order to really deserve to be called a human being.
It's hard to be a good man.
It's easy to be human evil.
Even,
A person does not need to learn to be human evil.
Humans should not behave like an animal.
Everything has two sides,
Like a knife,
Can be used for cutting vegetables,
Or used to hurt other creatures.
All are determined by our own free choice,
To become a world’s trash,
Or become a lamp that illuminates the world.
All the major characters,
Be great because of their ability to manage their own life choices.
We going to be what's next?
It is up to you.

© HERY SHIETRA Copyright.

Ada orang tua,
Yang memaknai arti dari anak yang berbakti,
Ialah anak yang berdiam diri meski hidupnya dihancurkan oleh keegoisan sang orang tua tua.
Ada juga orang tua yang memaknai,
Anak yang berbakti artinya anak yang mampu hidup mandiri dan mengejar kebahagiaan serta impiannya sendiri,
Sehingga sang orang tua takkan menyesal ketika ajal menjelang.
Orang tua yang bijaksana,
Menghadirkan kebahagiaan bagi anak mereka,
Bukan merenggut kehidupan dan masa depan anak mereka sendiri.
Suatu ketika,
Pernah hidup seorang ibu.
Ia memiliki sebuah prinsip.
Sesakit dan semenderita apapun dirinya,
Ia takkan pernah membagi penderitaan hidup pada orang-orang terdekatnya,
Ia hanya akan membagi kebahagiaan pada orang yang ia cintai.
Ia benar-benar mencintai mereka,
Dengan cara tidak membagi derita hidup,
Namun membagi kebahagiaan hidup.
Seorang kawan yang baik,
Akan berani menegur dan mengingatkan kawannya ketika sahabatnya tersebut berbuat keliru,
Bukan selalu membenarkan dan mendukung niat serta perbuatan buruk kawannya.
Kawan yang baik tidak menjerumuskan sahabatnya sendiri,
Namun menjadi pelita yang mengarahkan kawannya selamat sampai tujuan.
Seorang majikan yang baik,
Bukan majikan yang menjadikan anak buahnya sebagai alat untuk melakukan perbuatan buruk.
Majikan yang baik memperlakukan karyawannya sebagai seorang manusia, bukan sebagai mesin produksi belaka.
Seorang pimpinan yang baik,
Memberi motivasi lewat teladan,
Bukan perintah yang tidak manusiawi.
Seorang guru yang baik,
Tidak mendikte ataupun menghakimi muridnya sendiri,
Namun belajar untuk menjadi seorang guru yang mampu membimbing para muridnya.
Menjadi seorang polisi yang baik,
Bukan dengan menelantarkan warga negara yang membutuhkan perlindungan,
Memonopoli kewenangan untuk menggunakan senjata,
Atau bahkan memeras warga negara pencari keadilan.
Seorang polisi yang baik akan hadir sekalipun tanpa diminta oleh masyarakat.
Menjadi seorang manusia yang baik,
Bukan dengan cara sibuk menghakimi dan mengomentari manusia lain,
Namun sibuk untuk memperhatikan sifat dan sikapnya sendiri agar benar-benar patut disebut sebagai manusia.
Sungguh sukar menjadi manusia baik.
Sungguh mudah menjadi manusia jahat.
Bahkan,
Seseorang tidak butuh belajar untuk menjadi manusia jahat.
Manusia tidak sepatutnya bersikap seperti seekor hewan.
Segala sesuatu memiliki dua sisi,
Bagaikan sebilah pisau,
Dapat digunakan untuk memotong sayur,
Atau digunakan untuk menyakiti makhluk lain.
Semua ditentukan oleh pilihan bebas kita sendiri,
Untuk menjadi sampah dunia,
Atau menjadi pelita yang menerangi dunia.
Semua tokoh besar,
Menjadi besar karena kemampuan mereka dalam mengelola pilihan hidup mereka sendiri.
Kita hendak menjadi apa setelah ini?
Itu terserah pada dirimu.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Empowers Our Lives

Which one is you most like,
Original apple juice,
Or drink cans with artificial apple flavor?
Which we prefer,
Sweet girl but rarely wore makeup so it looks be some spots of acne on his face,
Or the girl who white as porcelain yet filled with heavy makeup?
Which do you prefer more,
The man who does not talk much but honestly say that he loves you very much,
Or the man who a lot of praise and seducing you, but praise and even then he used to seduce other women?
Which is more you select,
Kawan is there for you, when you're lucky and happy,
Or friends, which will appear when you're really in trouble and need a helping hand?
Which one would you rely on,
Employees who can do anything, full of achievement, but can use any means that are not necessarily honest,
Or employees who dare denounce his superiors, but full of integrity?
Which one would you nominate,
Leaders are assertive, full of courage, but no conscience,
Or leaders rather dumb, but to understand the hearts and minds of all people?
Which one would you eat,
The food was not really what you like but healthy,
Or food is you like, but make your body breaks down?
Where are we going to do,
Healthy lifestyle which is exhausting, complete with regular exercise,
Or a comfortable lifestyle, not a hassle, but it makes you sick in old age?
Which will we take,
On their own, with the risk of losing money,
Or be a slave to entrepreneur with wages earned each month?
All is a life choice,
With the consequences of each.
Never really existed the so-called comfort zone.
Comfort zone,
This means that we have to pay dearly later on.
Or we can choose otherwise,
No pain,
Enjoy the results later in the day.
Bad life choices,
Often happens because we are selfish towards ourselves,
So we short-sighted and narrow.
If we really love our lives,
So should we just will choose the best for ourselves.
Human beings are confusing.
Humans never even really loved life and their own lives.
Sigmund Freud once said,
Humans have two instincts in his subconscious,
Namely the instinct for life,
And at the same time have the instinct to die.
Humans struggle for a living,
But at the same time spoil themselves with drinking, drugs, unhealthy foods, bad lifestyle, promiscuity, even up until the desire to commit suicide.
If I really want to live,
We would never be compelled to undertake the destruction of ourselves.
If we really love our lives,
We would never do anything bad,
Against themselves or against others.
Each choice leads us to the next stage choices and consequences.
Each climbs we choose to lead us on the ascent which is increasingly rising.
Each slope we choose only to lead us on the next escarpment which is will lead us to the abyss of suffering.
Nothing is more responsible for our life other than ourselves.
If we never really present and there for ourselves,
So we has been totally throw our own lives.
When bins are still reusable and recyclable,
Why do we never appreciate ourselves,
Ourselves what it is,
With all the potential is there to be sharpened.
If there is no cane,
The root was so.
Do not waste our lives and let huddled in trash.
We are not garbage,
Whatever other people will say about us,
Stay there for ourselves until the last breath.

© HERY SHIETRA Copyright.

Mana yang lebih kau suka,
Jus apel asli,
Ataukah minuman kaleng dengan rasa apel buatan?
Mana yang lebih kita sukai,
Gadis yang manis namun jarang memakai riasan sehingga terlihat beberap bintik jerawat pada wajahnya,
Ataukah gadis yang putih bersih seperti porselen namun penuh dengan riasan tebal?
Mana yang lebih kau sukai,
Pria yang tidak banyak bicara namun dengan jujur mengatakan bahwa ia sangat mencintaimu,
Atau pria yang banyak memuji dan merayumu tapi pujian itupun digunakannya untuk merayu para wanita lain?
Mana yang lebih kau pilih,
Kawan yang hadir untukmu dikala kau sedang beruntung dan bahagia,
Atau kawan yang baru muncul saat kau benar-benar dalam kesukaran dan membutuhkan uluran tangan?
Mana yang akan kau andalkan,
Karyawan yang dapat melakukan apa saja, penuh prestasi, namun dapat menggunakan segala cara yang belum tentu jujur,
Atau karyawan yang berani mencela atasannya, namun penuh integritas?
Mana yang akan kau tunjuk,
Pimpinan yang tegas, penuh keberanian, namun tidak berhati nurani,
Atau pimpinan yang agak dungu, namun mau memahami hati dan pikiran segenap rakyatnya?
Mana yang akan kau makan,
Makanan yang tidak benar-benar kau sukai tapi sehat,
Ataukah makanan yang sangat kau sukai tapi membuat tubuhmu rusak?
Mana yang akan kita lakukan,
Pola hidup sehat yang meletihkan, lengkap dengan olahraga,
Ataukah pola hidup yang nyaman, tidak merepotkan, namun membuatmu sakit-sakitan di masa tua?
Mana yang akan kita tempuh,
Berusaha sendiri dengan resiko merugi,
Ataukah menjadi budak pengusaha dengan upah yang didapat setiap bulannya?
Semua adalah pilihan hidup,
Dengan konsekuensinya masing-masing.
Tak pernah benar-benar ada zona nyaman.
Zona nyaman,
Artinya kita harus membayar mahal di kemudian hari.
Atau kita dapat memilih sebaliknya,
Bersakit-sakit dahulu,
Menikmati hasilnya di kemudian hari.
Pilihan hidup yang buruk,
Acapkali terjadi karena kita egois terhadap diri kita sendiri,
Sehingga kita berpikiran pendek dan sempit.
Bila kita benar-benar mencintai hidup kita,
Maka semestinya kita hanya akan memilih yang terbaik bagi diri kita.
Manusia adalah makhluk yang membingungkan.
Manusia bahkan tak pernah benar-benar mencintai hidup dan kehidupan mereka sendiri.
Sigmund Freud pernah berkata,
Manusia memiliki dua insting dalam alam bawah sadarnya,
Yakni insting untuk hidup,
Dan di saat bersamaan memiliki insting untuk mati.
Manusia berjuang mencari nafkah,
Namun di saat bersamaan merusak diri dengan meminum minuman keras, obat terlarang, makanan tak sehat, pola hidup buruk, pergaulan bebas, hingga keinginan untuk bunuh diri.
Bila aku benar-benar ingin hidup,
Takkan pernah kita terdorong untuk melakukan pengrusakan terhadap diri kita sendiri.
Bila kita benar-benar mencintai kehidupan kita,
Kita takkan pernah melakukan perbuatan buruk,
Terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
Setiap pilihan mengarahkan kita pada pilihan dan konsekuensi tahap selanjutnya.
Setiap tanjakan yang kita pilih akan mengarahkan kita pada tanjakan yang kian meninggi.
Setiap turunan yang kita pilih hanya akan mengarahkan kita pada turunan berikutnya yang akan mengantarkan kita pada jurang derita.
Tak ada yang lebih bertanggung jawab atas hidup kita selain diri kita sendiri.
Bila kita tak pernah benar-benar hadir dan ada bagi diri kita,
Maka kita telah benar-benar mencampakkan hidup kita sendiri.
Bila sampah saja masih dapat digunakan ulang dan didaur ulang,
Mengapa kita tak pernah menghargai diri kita,
Apa adanya,
Dengan segenap potensi yang ada untuk diasah.
Tak ada rotan,
Akar pun jadi.
Jangan buang hidup kita dan membiarkannya teronggok di tong sampah.
Kita bukan sampah,
Apapun orang lain akan berkata mengenai kita,
Tetaplah ada bagi diri kita hingga nafas terakhir.


© Hak Cipta HERY SHIETRA.